Membaca Realitas
728×90 Ads

Empat Tahun Terakhir BNNP Malut Ungkap 49 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

MALUT, (Kalesang) – Kasus penyalahgunaan Narkotika di Provinis Maluku Utara terus mengalami peningkatan selama empat tahun terakhir. Berdasarkan relaes Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara.

Untuk tahun 2018  terdapat 10 kasus dengan 17 orang tersangka sementara untuk barang bukti berupa Sabu-sabu  2,13 gram dan Ganja 94,66 gram. Ditahun 2019 naik menjadi 15 kasus dengan jumlah tersangka 20 orang. Dimana barang bukti yang disita berupa Sabu 201.009 gram dan Ganja 1.901,65 gram.

Sementara itu untuk tahun 2020 mengalami penurunan kasus dari tahun sebelumnya dengan 11 kasus dan 14 orang tersangka. Barang bukti berupa Sabu sebanyak 32,08 gram dan Ganja 4.010,8 gram. Kemudian pada tahun 2021 mengalami penambhan kasus sebanyak 13 kasus dengan 13 orang tersangka dengan barang bukti  sabu sejumlah 257,7 gram dan 1.807,69 gram ganja kering.

Ibu Zulziah Wati Amin, dari kehumasan BNN Provinsi Maluku Utara, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk terus melakukan tindakan pencegahan atas penyalahgunaan narkoba dengan berbagai unsur baik masyarakat dan lembaga terkait.

“Kejahatan Narkoba adalah kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime) sehingga penanganannya juga harus dengan cara yang luar biasa, BNN sebagai focal point, harus bersinergi dengan seluruh unsur masyarakat dan lembaga pemerintah juga swasta, dengan menekankan upaya preventif yang dimulai dari lingkungan keluarga.” Jelasnya.

Dirinya juga menegaskan Narkoba merupakan kejahatan luar biasa sehingga perlu diwaspadai, ia juga berharap generasi muda agar tidak tergiur dengan pengaruh Narkoba. Karena dapat merusak masa depan.

“dengan kesadaran setiap orang bahwa penyalahgunaan Narkoba itu berbahaya, maka  daya tolak  tersebut tidak Ada  lagi suplay atau permintaan Narkoba, sehingga walaupun ada suplay , orang tidak akan tergiur.” Tegas Zulziah. (Tr-07)

Reporter : Fardi Tolangara

Editor: Wendi Wambes

728×90 Ads