Membaca Realitas
728×90 Ads

Warga 3 Desa di Obi Desak Presiden Cabut IUP PT Amazing Tabara

HALSEL (kalesang) –  Masyarakat tiga desa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan kembali melakukan aksi demo di depan Balai Desa Anggai nyaris adu jotos antara dua kelompok yang pro dan kontra terhadap PT Amazing Tabara, Sabtu (15/1/2022).

Warga mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba secepatnya meyerahkan rekomendasi pencabutan izin perusahaan PT Amazing Tabara ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sesuai dengan rekomendasi pencabutan yang telah diserahkan Komisi III DPRD Malut ke Gubernur.

Aksi tersebut berjalan panas, sebab kelompok warga yang diduga sebagai pendukung perusahaan mencoba melakukan aksi provokasi dilokasi demostarsi, akibatnya dua kelompok warga yang pro maupun kontra hadirnya perusahaan tersebut terlibat adu mulut dan nyaris baku pukul.

Melihat hal itu, aparat kepolisian dari Polsek Kecamatan Obi yang mengawal aksi langsung menghalau dan melerai kedua kelompok warga yang bertikai sehingga tidak terjadi bentrokan fisik.

Massa aksi juga, meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut ijin PT Amazing Tabara karena dalam ijinnya mencaplok lahan perkebunan hingga Pemukiman warga.

“Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Amazing Tabara di 3 desa yakni Desa Sambiki, Anggai dan Air Mangga, seprti presiden mencabut ijin 2.078 IUP perusahaan tambang mineral dan batu bara di 29 provinsi, yang ijinnya telah kadaluarsa.” Pinta Aji Basrah

Selain meminta presiden untuk mencabut ijin PT Amazing Tabara, Warga juga mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba agar segera meneruskan rekomendasi pencabutan ijin PT Amazing Tabara yang telah di serahkan oleh Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara, beberapa waktu lalu.

“Kami akan mendatangi gubernur Maluku Utara untuk mempertanyakan apakah rekomendasi pencabutan ijin PT Amazing Tabara yang diserahkan oleh Komisi III DPRD sudah ditindak lanjuti ke Kementrian ESDM apa belum.” kata Aji Basrah

Dalam aksi itu juga, La Abu Rumpai warga Desa Sambiki yang juga petani cengkeh menjelaskan, sudah tujuh puluh tahun dirinya menghidupi keluarganya dengan hasil bertani cengkeh. Sehingga apabila perusahan beroprasi maka dipastikan mengancam keberlangsungan hidup warga disana.

“Sudah 70 tahun lebih saya hidup dari hasil perkebunan cengkeh, 4 orang anak saya berhasil sarjana dari hasil cengkeh, jika hari ini perusahaan mengambil perkebunan kami, kami mau hidup dengan apa lagi.” Ujar La Abu Rumpai

Sementara itu, Rahaman Karamaha warga Desa Anggai yang mendukung perusahaan, mengaku hadirnya tambang akan dapat menghidupi dan membantu perekonomian mereka.
“Bila adanya perusahaan maka kita bisa membangun desa, dan juga bisa menjual lahan perkebunan kami.” kata Rahman.

Ia mengaku, dirinya memiliki lahan perkebunan cengkeh sebagaimana yang dirisaukan masyarakat lainnya, lahan itu masuk kedalam wilayah produksi perusahaan ,namun karena musim panen cengkeh beberapa tahun terakhir tidak menentu, maka dijual ke perusahan itu lebih baik untuk dijadikan wilayah eksplorasi.

Untuk diketahui DPRD Malut melalui Komisi III sebelumnya telah menenemukan fakta pelanggaran yang dilakukan PT Amazing Tabara, sehingga telah mengeluarkan rekomendasi pencabutan ijin ke gubernur.

 

Penulis/Editor: Ibrahim
728×90 Ads