Membaca Realitas
728×90 Ads

2021 Produksi Pertanian di Kota Ternate Capai Ribuan Ton

TERNATE (kalesang) – Banyak yang tak menyangka jika Kota Ternate yang padat, ternyata mampu menyumbang produksi pertanian untuk kebutuhan masyarakat.

Meski masih mengandalkan bercocok tanam hoktikultura atau cara budidaya tanaman yang dilakukan di kebun dan halaman rumah, namun mampu menyumbang kebutuhan warga Kota Ternate hingga mencapai 363.598,57 Kilo gram dengan jumlah total 36.359.86 Ton

Data ini diperoleh dari Dinas Pertanian Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, selama kurun waktu 2021.

Hasil produksi ini berasal dari 8 kecamatan yang terbagi dalam 53 kelurahan di wilayah Kota Ternate, .

Berdasarkan data, Kecamatan Ternate Barat menjadi kecamatan penyuplai tertinggi dengan hasil produksi mencapai 165,514 kg dari 24 kelompok tani.

Menyusul Kecamatan Pulau Moti menyuplai 79.342,2 Kg, Kecamatan Ternate Selatan 39.309.32 kg, Kecamatan Pulau Ternate 35.709,8 Kg, Kecamatan Ternate Utara 16.959,5 kg, Kecamatan Batang Dua 13.669 kg, Kecamatan Ternate Tengah 7.096 kg dan Kecamatan Hiri menyuplai sebanyak 5.998,75 kg.

Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly mengatakan Pemerintah Kota (pemkot) Ternate melalui Dinas Pertanian menggagas pertanian sayuran, tomat dan cabai berbasis holtikultura.

“Ada peningkatan terutama di komoditas Tomat, Alhamdulillah sampai saat ini termasuk salah satu komoditas yang pencapaian produksinya di atas rata-rata.” Ujar Thamrin kepada kalesang.id, Selasa (18/1/2022).

Thamrin mencontohkan di Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, ada tiga kelompok tani yang tergabung dalam satu Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) yang mengembangkan pola tanam yang sangat teratur sehingga hasil produksi tetap terjaga serta membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kehadiran kelompok ini juga membantu pemerintah, khusus tanaman tomat di Ternate sudah mencapai target nasional, tujuh puluh persen total produksi untuk konsumsi di daerah.” Jelas Thamrin.

Berbeda dengan tomat, komoditas cabai kata Thamrin belum tercapai dikarenakan ketersediaan petani masih kecil, angka presentasinya berada pada kisaran 35-40 persen, sehingga cabai menjadi komoditas yang akan menjadi perhatian Dinas Pertanian Kota Ternate pada tahun 2022.

“Untuk cabai Insyaallah, tidak tujuh puluh persen tapi lima puluh sampai enam puluh persen kita akan perbaiki.” Tambahnya.

Thamrin mengaku masih ada kendala terkait keterbatasan lahan pertanian dan ketersediaan air hingga tahun 2022 akan dikuatkan dengan program sarana bantuan pertanian.

“Bibit, pupuk, profil tank (bak penampung) dan lain sebagainya akan diprioritaskan.” Janjinya.(tr-01)

 

Editor: Wawan Kurniawan I Reporter: Rahmat Akrim
728×90 Ads