Membaca Realitas
728×90 Ads

Asing di Negri Sendiri

Oleh

Nurlila D. Yoisangaji

Bukan tentang seorang wanita yang telah diperkosa seperti yang viral disosial media

Bukan pula tentang si pemerkosa yang telah digantung kasusnya

Ini tentang negri kita yang digadaikan hanya untuk kesenangan sementara

Ini tentang budaya kita  yang telah dilacurkan hanya untuk kepentingan semata

 

Puluhan tahun yang lalu para leluhur memperjuangkan negri ini denga susah payah

Kini anak negri kembali menjualnya dengan bermacam-macam gaya

 

Fatkauyon, negri yang berdiri dengan tumpah darah mengorbankan empat puluh nyawa

Kini tingal cerita manipulasi semakin merajalela

Karena pemimpin, kita terpecah belah

Tetua-tetua dibungkam, anak muda mulai tak terarah

 

Hancur berantakan…

Kini Predator bedebah hadir dengan misi membawa revolusi, nyatanya kita menghirup polusi dan negri kita diambil alih

Tempat pariwisata menjadi sektor mereka mengangkat nama, sementara kita membabi buta seolah sangat bahagia

 

Tarian bela yai yang dulunya diangap sakral

Ditampilkan hanya untuk tamu terhormat

Syair-syairnya berisi tentang nasehat

Kini dimainkan untuk menjemput para penjilat

 

Kita masih terdiam karena permainan mereka yang biadab

Lembaran merah biru kita Anggap lebih beradab

 

Anak muda semakin berkelas ketika disodorkan satu gelas, kita menuju waras katanya

Hey Bangun anda tidur terlalu miring, kataku

 

Krisis ekonomi dan pendidikan

Tak menjadi pusat perhatian

Anak negri putus harapan tak melanjutkan masa depan

Masa kita hanya diam?

Saya masih berharap perubahan walaupun hanya angan-angan

Jangan sampai syair tarian bela yai tak berarti di negri sendiri

728×90 Ads