Membaca Realitas
728×90 Ads

Jeritan Kaum Tertindas

Oleh

Julita Irwan

 

Hidup memang panggung sandiwara dimana, para pemimpin berpura-pura Sorak berbicara tentang keadilan dan kemakmuran. Tapi, nyatanya semua Hanyalah kata yang berangan-angan bahkan buram tak terlihat. Mereka hidup dengan kemewaha diatas negeri ini tapi, mereka lupa bahwa ada rakyat yang hidup serbah kekurangan, bahkan makan pun harus bertaruang nyawa.

Dimana keadilan yang kau janjikan tuan…? Dimana kemakmuran yang kau janjikan tuan…? Aahh….sudah-sudah                                            Ucapanmu hanyalah sampah yang tak pantas untuk di pegang Apakah kami harus tunduk padamu yang katanya pemimpin. Biar diri ini mati diatas tanah sendiri berlumur darah sekalipun Kau tak pantas diagungkan.

Kami berteriak seakan butuh pertolongan tapi suara ini seperti dalam gua Dia memantul kata satupun tak terdengar, tubuh ini menjerit kesakitan Melangkah pun sudah tak mampuh hanya bisa pasrah pada sang rabb. Negeriku kacau tuhan ibu pertiwiku merintih kesakitan diatas tanah sendiri semua rakyat berteriak melawan sakit Atas ketidak adilan ini Hukum yang katanya adil pun runtuh dan tumbang dinodai Oleh bahasa para penghiyanat yang bermuka suci didepan layar.

Tuhan…

sembuhkan ibu pertiwi ini yang sudah lama menjerit kesakitan hadirkan pemimpin yang paham arti keadilan bukan hanya berpura-pura Diatas keadilan kami rindu dengan suara merdeka dari seorang pemimpin bijaksana.

 

728×90 Ads