Oleh
FauziTidore
Saat di suatu tempat
Keramaian burung berkicau hebat
Pesawat di lihat orang sekitaran rumah
Angin berhembus pelan sambil menerbangkan daun kering
Gelisah dia dengan serontak bersua dengan merdu, sebab
Perasaan kaget atau tertatih terjadi dengan sangat biasanya
Membiarkan dia menggantung di udara
Melayang, mengambang, terbang dimana-mana
Hingga paruh waktu terkuras habis tanpa diketahui oleh siapapun
Orang berkata dia mendapati keberuntungan dengan baik
Tapi, bagaimana bisa terjadi
Dia tidak memiliki bumi untuk berpijak apalagi beranjak
Demikian…
Candunya terus menerus berubah, dan
Bermunculan seperti keinginan menusuk sukma
Namun penyebabnya adalah
Aku bukan pemiliknya, dan
Pemiliknya bukan dia…
Menoleh ke kanan atau ke kiri persimpangan jalan
Hanya sempat melihat ruang tertulis tunggu di depan mata
Sanggup yang sepertinya berhasil di selamatkan burung tadi,
Hampir saja tenggelam oleh rindunya yang terus berlabuh
Kejadian itu bias kemana-mana
Menjalar dengan secara tiba-tiba tanpa permisi
Bukan karena parasnya, tapi
Keterpaksaan pikiran membentang begitu amat jauh
Entah kapan hujan akan berpulang turun ke bumi. Dia tidak tahu
Entah kapan bintang harus seorang diri untuk menerangi malam. Dia juga tidak tahu
Entah kapan gelap bersahabat dengan cahaya. Dia selalu saja tidak tahu
Mungkinkah yang dia ketahui adalah dirinya sendiri,
Atau akankah dia tau tentang caranya matahari mengalah pada senja
