Membaca Realitas
728×90 Ads

Tragedi Berdarah Yasin Gamsungi

Oleh

Yardi Jafar

 

Di ufuk Utara Halmahera,

Sejarah perjuagan pahlawan Maluku Utara

1947, 80 personil berbaris menuju soasio

Demi merebut sakitnya perbudakan.

 

Sayangnya, paska dua hari pengibaran merah putih, dara dan tangisan bercucuran, dengan penangkapan Daniel Bohang.

Amarah mulai berdesis dalam bisikan para pejuang. mayat tergeletak berhamburan Mera putih kau adalah perjuangan.

 

Sebelum itu.

Embun pagi Masi membasahi dedaunan

Baikole manonako. Terdengar suara lantang dari Utara, seorang anak manusia menyeret seorang tawanan Jepang dan mengatakan bahwa Indonesia ai merdeka ka, nako komagena ngone upa hepo ise Jepang Do Balanda mang aturan.

 

Sang saka pertama kali di kibarkan.

Towara menjadi bukti dalam historis perjuangan

bahwa Yasin Gamsungi perna menangis. Dan Soasio menjadi sejarah pemakaman. tangisan pun disertakan, oleh anak cucu di galela

 

Tercatat dalam ingatan. Betapa sakitnya engkau tergeletak, ketika, 7 butir Kuningan tajam menerobos tubuh mu, terdengar teriakan Yasin “An uru marabaka na palako, “engkau Masi mengatakan

” Ngohi Toholu meraputih manyawa ai dadi mangsusulo”

 

Yasin Gamsungi…

Perjuangan ku adalah titah dari perjuagan mu.

Semangat ku adalah warisan semangat mu

Mia si izin ani perjuangan Mia warisi,

Kalau perjuangan mu mengusir penjajah

Perjuangan ku mengusir para biadab.

Toku wela-wela dan cakalele, ku mainkan sebagai bukti kt perna mengusir para penjajah.

 

Hai anak cucu Yasin Gamsungi

Ingat la leluhur, bahwa dahulu kita perna bertarung, dihadapan para petarung kau angkat tangan mu dan menagis karna melihat darah perjuangan.

10-1- 1949 Yasin gamsungi wafat, Otniel Bangoda wafat, Johan otji wafat, Johanis aba wafat

Tanggal 12-1-1949 Kurais Kaeno wafat

Wahai para pejuang kamu tak akan mati nama mu akan menjadi semangat ku

Janji para pejuang tak perna hilang dipenghujung jalan, kita bisa tertawa sembari meratap kegembiraan, tapi bukan berarti sejarah harus di lupakan.

 

Galela pernah berdarah, jangan lagi ada pertumpahan dara, lurus kan tali silaturahmi rapatkan persaudaraan.

728×90 Ads