Membaca Realitas
728×90 Ads

Kemungkinan Pemerintah Gunakan Vaksin Sinopharm untuk booster Berbayar

JAKARTA (kalesang) Pemerintah Indonesia kemungkinan akan menggunakan vaksin Sinopharm untuk booster atau dosis ketiga berbayar.

Seperti dilansir CNN Indonesia, hal ini diutarakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Katanya penggunaan vaksin Sinophar kemungkinan masuk dalam kategori vaksin Gotong Royong sehingga berbayar.

Nadia menyebut masih membuat petunjuk teknis (juknis) penggunaan vaksin yang di produksi perusahaan China itu sebagai vaksin booster dalam program Gotong Royong yang akan diberikan berbayar.

“Untuk kelompok vaksin Gotong Royong, tapi nanti akan dibuatkan dulu juknisnya,” kata Nadia, Rabu (2/2/2022).

Kendati demikian, Nadia belum merinci kapan target penerima vaksin Gotong Royong bisa mendapatkan booster. Pihaknya juga masih mengkaji tata laksana dan pendaftaran booster hingga kuota yang disediakan untuk penerima vaksin program Gotong Royong.

Nadia hanya menyebut bahwa vaksin booster untuk program Gotong Royong tetap diberikan berbayar seperti mekanisme vaksinasi primer.

“Yang pasti vaksin Gotong Royong tetap berbayar,” tutur Nadia.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menambah kombinasi vaksin booster homolog menggunakan Sinopharm. Artinya hanya penerima vaksin Sinopharm pada vaksinasi dosis satu dan dua yang bisa diberikan booster dengan jenis vaksin yang sama.

Sementara vaksin Sinopharm sebelumnya digunakan dalam program vaksinasi Gotong Royong atau berbayar dari perusahaan.

Sejauh ini program vaksinasi booster baru diberikan pada warga yang mendapat vaksinasi primer program pemerintah. Kemenkes belum membuka program vaksinasi booster untuk kategori Gotong Royong.(redaksi)

 

Editor: Wawan Kurniawan
728×90 Ads