Membaca Realitas
728×90 Ads

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Pangeran Andrew Kehilangan Gelar Kerajaan

Kalesang.id Pangeran Andrew resmi dicopot dari afiasi militer dan perlindungan kerajaan Inggris, Kamis (13/1/2022).

Pencopotan ini karena putra bungsu dari Ratu Elizabeth II Kerajaan Inggris itu diduga melakukan pelecehan seksual.

“Dengan persetujuan ratu, afiasi militer Duke Of York dan perlindungam kerajaan telah dikembalikan kepada ratu.” Pernyataan resmi Istana Buckingham, dikutip dari cnnindonesia.com.

Pencopotan dilakukan satu hari setelah hakim Amerika Serikat Lewis Keplan, memutuskan untuk melanjutkan kasus dugaan pelecahan seksual yang diajukan Virginia Roberts Giuffre, selaku korban pada Agustus 2021 di New York.

Dugaan pelecehan seksual ini bermula ketika Virginia Roberts Giuffre mengajukan gugatan dengan terduga pelaku adalah salah satu anggota keluarga Kerajaan Inggris.

Menurut pengakuan Giuffre dalam wawancara dengan BBC pada 2019 silam, dia dijual dan dipaksa oleh Epstein untuk berhubungan seksual saat masih di bawah umur dengan Pangeran Andrew.

Saat itu, Pangeran Andrew sudah tahu usianya saat peristiwa itu terjadi dan dia menjadi korban prostitusi terselubung.

Dalam berkas itu, Giuffre menyatakan dia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut lantaran Epstein, Maxwell dan Pangeran Andrew punya kekayaan dan koneksi dengan pemerintahan.

Hingga pada September 2021, Pangeran Andrew melalui pengacaranya, Andrew B. Bettler menolak gugatan dugaan pelecehan seksual tersebut.

Pada sidang pengadilan Distrik AS di Manhattan, Bettler juga menyampaikan bahwa penggugat disebut telah menandatangani kesepakatan terkait tuntutan pada Pangeran Andrew pada tahun 2009.

Kasus pelecehan seksual ini mengatakan dia adalah korban perdagangan seks oleh Jeffrey Epstein sang pedofil miliarder yang juga merupakan teman dekat pangeran Andrew. 

Korban mengaku, sang pangeran melakukan hubungan seksual sebanyak 3 kali ketika dia berusia dibawah 18 Tahun, pertama kalinya pada tahun 2001 di London, Inggris. 

Pada kesempatan kedua, pangeran andrew diduga melecehkan korban dirumah Jeffrey Epstein di New York,  dan sang duke untuk ketiga kali melakukannya di pulau pribadi Jeffrey Epstein,  Little St.James, Kepulauan Virginia,  Amerika Serikat. 

Korban menuturkan bahwa, kasus pelecahan seksual itu menyebabkan tekanan dan bahaya emosional dan psikologis yang signifikan.

Maka ia mengajukan pelaporan dibawah Undang-Undang Perlindungan korban Anak Negara bagian, meski kasusnya sudah lama.

 

Editor: Sitti Mutmainah
728×90 Ads