Membaca Realitas
728×90 Ads

Ribuan ikan mati selimuti laut Prancis

TernateKalesang.id. Prancis bersama dengan Uni Eropa menggelar penyelidikan setelah Sea Shepherd France (kelompok aktivis lingkungan hidup di Prancis) beberapa waktu lalu merilis foto-foto yang memperlihatkan bangkai-bangkai ikan bergelimpangan di perairan lepas pantai La Rochelle, Prancis.

Annick Girardin, Menteri Perikanan dan Maritim Prancis, dengan sigap menanggapi dan memerintahkan Pusat Pemantau Perikanan Nasional untuk menyelidiki laporan kelompok aktivis Sea Shepherd France tersebut. Dilansir dari CNN Indonesia

“Melihat gambar-gambar yang dirilis @SeaShepherdFran, saya meminta Pusat Pemantau Perikanan Nasional untuk menyelidiki penyebab kematian ikan-ikan ini. Tentunya gambar-gambar ini sangat mengejutkan,” tulis Girardin melalui Twitter pada Jumat, 4 Februari 2022.

Sea Shepherd mengatakan terdapat empat kapal yang sedang beroperasi pada saat itu.
“Ini yang terjadi sekarang di Teluk Biscay di lepas pantai La Rochelle. Empat kapal pabrik beroperasi di area itu, termasuk Margiris, kapal pukat terbesar di dunia (dilarang di Australia),” tulis kelompok itu melalui Twitter.

Komisioner Eropa untuk Lingkungan, Kelautan dan Perikanan, Virginijus Sinkevičius kemudian memerintahan penyelidikan terhadap kapal, termasuk status bendera dan informasi lengkap terkait.

Asosiasi Pelagic Freezer-Trawler, yang mewakili kapal pukat Margiris mengeluarkan pernyataan yang mengatakan jaring di Margiris telah pecah pada pukul 05:50 waktu setempat (04:50 GMT) pada Kamis (3/2)pagi, menambahkan bahwa ikan itu secara tidak sengaja dilepaskan ke laut karena robeknya jaring pukat. “Kecelakaan seperti itu jarang terjadi, dan dalam kasus ini disebabkan oleh ukuran ikan yang ditangkap secara tak terduga,” ujarnya. (Tr-05)

Penulis : Revi Rimadhani Muksin

728×90 Ads