Membaca Realitas
728×90 Ads

Bicara Peduli Kemanusiaan Bersama Komunitas GMP-KT

Kalesang – Bicara tentang peduli kemanusiaan tidak ada habis-habisnya, kepedulian terhadap persoalan sosial tak semudah membalikkan telapak tangan, harus dengan tekad yang kuat. Berangkat dari rasa kepedulian terhadap persoalan sosial 15 orang anak muda  di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Membuladkan tekad untuk membentuk sebuah komunitas dengan nama Generasi Muda Peduli Kota Ternate (GMP-KT).

Bung Rahmat Hidayat AR, selaku Ketua GMP-KT saat ditemui beberapa waktu lalu oleh tim Kalesang Komunitas, dalam obrolan santai di pojok Cafe Kanan. Menjelaskan banyak hal tentang GMP-KT. Menurutnya awal berdirinnya Komunitas GMP-KT terinspirasi dari sebuah keluarga kecil dari Suku Togutil (suku pedalam dari pulau Halmahera). Menurutnya pada tahun 2017 lalu, ada sebuah keluarga dari Suku Togutil yang dibawah ke Kota Ternate saat itu mereka tinggal di Kelurahan Moya Kecamatan Ternate Tengah.

Ketua Komunitas GMP-KT 2020-2022, Rahmat Hidayat AR

Amat Buffon, sapaan akrab dari Rahmat mengambarkan kondisi keluarga Suku Togutil yang saat itu kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate. Membuat dirinya bersama teman-teman nongrong yang saat itu sebagian besar masih menjalani studi sebagai mahasiswa di beberapa Universitas. Mulai bergerak dengan mencari donasi dengan menggalang dana untuk biaya pengobatan di Rumah Sakit. Tak cukup sampai disitu mereka juga mengajarkan anak-anak dari Suku Togutil membaca, menulis dan mengaji.

“Jadi kalau ditanya darimana ide pembentukan GMP-KT, ya ini soal kepedulian sosial. Awalnya kami hanya sebuah kelompok anak muda yang hobbinya Cuma nongrong. Namun sebuah kejadian yang merubah arah saya dan teman-teman yang awalnya sekedar kumpul ngobrol setelah itu bubar. Saat itu, ada sebuah kelurga Suku Togutil yang datang dan tinggal di Moya. kami awalnya coba-coba main kesana dan melihat langsung kondisi keluarga tersebut, ternyata cukup memprihatinkan bahkan saat itu Pemerintah Kota juga tidak memberikan perhatian kepada mereka. Akhirnya kami mengambil langkah yang hanya dengan bermodalkan nekad. Tapi Alhamdulillah melalui penggalangan dana kami dapat membantu biaya pengobatan mereka. Kami juga mulai intens meluangkan waktu memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,” Cerita Amat.

Tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2017, yang dimentori oleh Rizki Afrizal, Asmul Sukur, Akbar Gamtohe, Rizkal Rinaldi dan Rahmat Hidyata AR. Bersepakat untuk membentuk Komunitas GMP-KT, dimana bersepakat untuk mengangkat Bung Asmul Sukur sebagai Ketua dan didampinggi Bung Rahmat Hidayat sebagai Sekretaris.

Komunitas GMP-KT Mengalang Dana Untuk Suku Togutil di Moya

Setelah dibentuk menjadi Komunitas sekelompok anak Muda yang hobinya Cuma sekedar nongrong, mulai megambil langkah-langkah untuk kerja-kerja sosial. Dengan melaksanakn kegiatan penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan  sejumlah keluarga tidak mampu di Kota Ternate.

GMP-KT mulai memberanikan diri untu Go Public, selang dua bulan setelah didirikan. Dimana pada tanggal 30 Oktober 2017, komunitas ini menggelar event sumpah pemuda yang bertempat di Benteng Oranje. Dengan mengusung konsep kebudayaan Pemuda, seperti seni tarian tradisional, musikalisasi puisi, penampilan teater, live acoustic dan pemutaran film.

Sukses dengan event pertama, menjadi pemicu semangat untuk GMP-KT melaksanakan kegiatan-kegiatan lainnya. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tanggal 9 – 10 November. Untuk mengenang jasa pahlawan dengan mengadakan kegiatan bakti sosial serta ziarah makam pahlawan, diantaranya bakti sosial dimakam sultan Babullah yang berlokasi di kelurahan Foramadiahi dan ziarah makam sultan Badaruddin II, Sultan mudaffar Sjah dan makam pahlawan lainnya.

Kegiatan Peringati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2017

“Setelah dibentuk saya dan teman-teman mendapatkan moment penting dimana pada bulan Oktober dan November ada dua peristiwa penting yakni hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Nasional. Nah, dengan dua moment bersejarah ini kami mulai dengan kegiatan Pensi di 30 Oktober dan kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial dengan ziarah ke Makam para Pahlawan di Bulan November,” Ungkap Bung Amat.

Urusan peduli kemanusian tak akan habis untuk GMP-KT, kelakar Bung Amat bersama tim Komunitas Kalesang. Seperti slogannya Work  For Humanity atau yang berarti bekerja untuk kemanusiaan Sebab, menurutnya di ulang tahun pertama GMP-KT dirinya bersama teman-teman mengelar kegiatan Donor Dara, bakti sosial di Panti Jompo Himo-Himo.

“Di hari ulang tahun komunitas GMP-KT yang pertama, kami bersama dengan Pembina Bapak AKBP. Azhari Juanda (Mantan)  Kapolres Kota Ternate pada tahun 2018 lalu juga mengadakan kegiatan sosial dengan tema “Berbagi Kebaikan Bersama Anak Yatim dan Nenek Hajija Mauduto” pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk pemberian pengobatan gratis dan bagi-bagi sembako kepada anak yatim dan nenek Hajija seorang lansia yang dilupakan, tidak diperhatikan dan tinggal seorang diri digubuk tua,mengalami kelaparan, sehari-hari hidupnya menumpang mandi dari satu rumah kerumah warga lainnya di Kota Ternate.” Tuturnya.

GMP-KT bersama dengan Pembina Bapak AKBP. Azhari Juanda (Mantan) Kapolres Kota Ternate

GMP-KT juga mulai menyasar ruang-ruang kreatif dengan menggelar kegiatan Talkshow yang bertajuk “Ruang Kreasi” yang berlokasi di Pasar Melayu Fort Oranje. Talkshow ini membahas sejarah budaya Maluku Utara diantaranya, Bacarita tentang sejarah tarian soya-soya, Sejarah benteng, dan sejarah Kesultanan Ternate.

Tak tanggung-tanggung, komunitas ini menggelar seminar kepemimpinn berskala nasional dan menggandeng Pengamat Politik Rocky Gerung dan Direktur Lokataru, Harris Azhar sebagai narasumber pada seminar dengan hastag atau tagar #PemimpinBerakalSehat. Seminar ini diadakan di Gedung Duafa Center Kota Ternate pada 1 mei 2019 dua tahun lalu. Mereka bahkan mengajak Bung Rocky menanjaki puncak gunung gamalama kota Ternate.

“Yang paling terkesan bagi saya dan kawan-kawan saat Bang Haris Azhar dan Rocky Gerung karena mampu melaksanakan seminar yang skalanya sangat besar yang harusnya digelar oleh pemerintah kota.” Sahut Bung Amat.

Seminar Nasional GMP-KT Bersama Rocky Gerung dan Haris Azhar

Pokonya ga ada matinya semangat sekelompok anak-anak muda ini, mereka memiliki tekad yang cukup kuat yang juga harus menjadi contoh bagi generasi Muda di Maluku Utara khusunya Kota Ternate. Mereka bekerja dalam diam mereka tidak butuh tepuk tangan.

Bagaiman tidak, ditahun 2019, komunitas ini kembali melaksanakan aksi sosial dan peduli sesama, yaitu menggalang dana untuk korban bencana gempa Halmahera Selatan di Gane, juga menggalang dana untuk biaya pengobatan untuk adik Sofyan Muhammad.

Bersama Sahabat Difabel Ternate, komunitas GMPKT menyelenggarakan kelas bahasa isyarat di co-working space Jarkot museum rempah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kota Ternate sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi kawan-kawan difabel. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop bertajuk workshop mainstreaming disability yang bertemakan Identifikasi Potensi dan Kebutuhan Dalam Pemenuhan dan Perlindungan hak Disabilitas.

GMPKT juga mengundang Sherly Annavita millennial influencer, Muhammad Fahmi F Tuwow selaku Presiden BEM Universitas Khairun dan  Zandry Aldrin selaku Ketua Jaringan KOmunitas Kota Ternate. Talkshow ini digelar dipenghujung tahun 2019 tepatnya pada tanggal 21 desember yang bertempat di Auditorium Banau, Kampus I Universitas Khairun.

Lagi dan lagi, Komunitas ini sangat eksis dan kreatif karena telus menggelar kegiatan-kegiatan yang luar biasa sekalipun ditengah pamdemi tidak memutus semangat komunitas GMPKY untuk terus berkarya. seperti kegiatan yang satu ini yaitu Ngobrol Anak Muda. Berbeda dengan kegiatan lainnya, kegiatan yang satu ini diadakan melalui media sosialinstagram yaitu diadakan secara live bersama narasumber Bapak Haris Azhar yang dipandu oleh Rizky Afrizal dan dinonton oleh ratusan followers GMPKT.

Kegiatan ini mengangkat tema Peran Anak Muda Di Tengah Pandemi dan Respon Omnibus Law dan dilaksanakan pada tanggal 3 mei 2020. Dan masih banyak lagi kegiatan sisoal lainnya yang belum dapat kami jelaskan dalam artikel ini. Salut buat GMP-KT yang tak pernah berhenti dalam urusan kemanusiaan.

Memasuki tahun 2020, GMP-KT memasuki masa pergantian kepemimpinan dimana yang didaulat sebagai Ketua dengan periode dua tahun kedepan yakni, Rahmat Hidayat. Menurut Bung Amat dalam kepengurusan GMP-KT hanya dua tahun. selama 1 tahun periode berjalan GMP-KT sedikit kesulitan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan karena pandemic Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Sehingga sulit untuk mempertemukan pengurus dan anggota GMPKT lainnya karena ruang beraktivitas ditutup sementara untuk mencegah peneyebaran covid-19, namun pengurus dan anggota selalu menjaga komunikasi satu sama lain dan melaksanakan kegiatan yang bersifat online seperti bincang-bincang live streaming melalui media social instagram.

GMP-KT juga membuat kalender program kerja untuk rencana kerja ditahun 2021. GMPKT senantiasa eksis melaksanakan aktivitas social dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Seperti penggalangan dana untuk korban banjir di Sumba Timur dan korban banjir di Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

“saya berharap komunitas ini tetap solid, eksis dan menjadi agen perubahan yang senantiasa peka dan peduli terhadap permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi baik dilingkungan masyarakat Kota Ternate maupun masyarakat dan saudara sesama yang berada di seluruh penjuru Nusantara.” Tutup Bung Amat.

Penulis: Revi Rimadhani Muksin| Editor: Wendi Wambes

 

Nonton Juga: Video Tentang Komunitas GMP-KT

728×90 Ads