Membaca Realitas
728×90 Ads

Komunitas Eco Enzime siap Action

Ternate (Kalesang) – Mungkin masih banyak yang asing mendengar kata Eco Enzyme. Pasalnya teknologi ini memang belum lama diperkenalkan seorang peneliti di Thailand.

Nah, secara sederhana, eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air.

Hasilnya berupa cairan berwarna kecokelatan yang memiliki segudang manfaat. Salah satunya untuk mengembalikan kemurnian sumber air.

Di Kota Ternate sejak pekan lalu telah terbentuk komunitas Eco Enzim, tujuannya banyak, untuk melakukan edukasi pentingnya menerapkan Eco Enzym dalam kehidupan sehari-hari, hingga cara pembuatan serta aplikasi di lapangan nanti kepada masyarakat.

“Ini rapat yang kedua, untuk memperkuat organisasi serta menyusun program.”jelas sang pengagas, Ishak Naser usai pertemuan yang digelar di satu cafe di kawasan Benteng Orange, Ternate, Maluku Utara. Jumat (11/2/2022)

Anggota DPRD Provinsi Malut ini menambahkan, banyak sekali manfaat dari Eco Enzim. Cairan yang dihasilkan bisa digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari cairan pembersih higga bisa dijdikan pupuk tanaman.
Apalagi cara pembuatannya cukup mudah.

“Ini salah satu upaya kita untuk menjaga serta memperbaiki kondisi lingkungan, terutama perairan.”tambahnya.

Rapat itu diikuti 30 dari 90 orang anggota yang tercatat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, LSM hingga pegawai negeri.

Dalam rapat tersebut disepakati ada beberapa lokasi yang dipilih untuk aplikasi Eco Enzime yakni
Kanal Fort Orange, Ake Sentosa, Ake Gaale, Mata Air Mesjid Kesultanan Ternate, Danau Tolire Kecil dan Danau Ngade.

Sedangkan untuk lingkungan pertanian ada beberapa lokasi pertanian Holtikuktura di Kota Ternate.

“Nantinya kita bisa lihat, bagaimana Eco Enzim bekerja untuk mengembalikan kondisi air dan tanah.”ungkap politisi partai Nasdem ini.(G-07)

 

Reporter : Ikky Ahdian Umage | Editor : Wawan Kurniawan

728×90 Ads