Membaca Realitas
728×90 Ads

Kasus Covid di Maluku Utara, 99 Persen Bukan Omicron

TERNATE(Kalesang) – Kasus Covid-19 di Maluku Utara mencapai 300 kasus.

Sementara, jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Maluku Utara sejak Maret 2021 hingga sekarang berjumlah 12.545 kasus.

Peningkatan kasus ini disertai juga dengan penambahan kasus secara nasional, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara dr.Alwia Assagaf,M.kes, mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi dengan melakukan screening.”Jelas mantan Juru Bicara Satgas Covid Maluku Utara ini, Jumat (18/2/2022).

Ia melanjutkan pada akhir bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 Maluku Utara masih 0 Kasus, tetapi masuk pada bulan Februari tercatat ada 3 sampai 4 kasus terdeteksi dan setiap hari makin naik.

“Dari 20 kasus awalnya , makin naik dan pada tanggal Rabu (16/2/2022) tercatat 113 yang positif, Kamis keesokan harinya ditambah 96 kasus aktif.”ungkapnya.

Katanya juga, (Rabu 2/2/2022) tercatat sudah ada 2 kasus meninggal dunia.

Kasus paling tinggi saat ini ada di Kota Ternate dengan 32 Kasus.
Anehnya, penderita terbanyak bukan vatian Omicron namun Varian Delta.

“Waktu awal februari 167 sampel yang dikirim untuk diuji, hasilnya 166 bukan varian omicron namun Delta.”tutur dr.Alwia

Sementara ini, pasien yang dirawat pada Rumah Sakit sebanyak 20 pasien yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, sementara kebanyakan memilih untuk Isolasi Mandiri dirumah.

“Kebanyakan belum direncanakan untuk rujuk, karena kasusnya masih sedang.”ungkapnya sembari menambahkan jumlah itu termasuk positif tanpa gejala, ada juga karena komorbid atau penyakit bawaan.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar selalu disiplin dengan cara menjalankan 5M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Ia berharap seluruh puskesmas dan rumah sakit di semua kabupaten dan kota agar dapat menyiapkan sarana prasana yang dibutuhkan pasien, untuk kesiapan ketika kasusnya melonjak.

“Percepatan vaksinasi juga sangat penting, Maluku Utara baru 74 persen Dosis 2 juga belum sampai 50 persen.”jelasnya

Sementara menurutnya dosis 3 (booster) pencapaiannya belum maksimal dan masih diutamakan bagi Lansia dan orang dengan komorbid. (TR-02)

Reporter : Sitti Muthmainnah | Editor : Wawan Kurniawan

 

728×90 Ads