Membaca Realitas
728×90 Ads

Gubernur Malut Didesak Cabut Izin Perusahaan Tambang di Kepsul

TERNATE (kalesang) – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba didesak untuk mencabut 10 izin usaha pertambangan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Desakan ini datang dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sula (FMS) dalam aksi demo yang digelar di depan rumah dinas Gubernur Maluku Utara (Malut), Jln. Ahmad Yani, Tanah Raja, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (21/2/2022) pagi.

“Kehadiran kami untuk mendesak Gubernur Maluku Utara agar segera mencabut 10 IUP di Kabupaten Kepulauan Sula, Khususnya di Pulau Mangoli.” Ujar Koorinator Aksi Fahrizal Abas saat diwawancarai kalesang.id di lokasi aksi.

Fahrizal menilai, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara sangat berdampak buruk terhadap ruang hidup masyarakat Pulau Mangoli.

“Karena Gubernur Malut melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengizinkan 10 IUP Biji Besi Pulau Mangoli, Kepulauan Sula.” Katanya.

“Pertambangan beroperasi akan menghilangkan identitas masyarakat sebagai petani yakni cengkeh, kelapa, coklat, pala dan kopi.” Sambung Fahrizal.

Berikut beberapa poin tuntutan lainnya yang disuarakan massa aksi diantaranya, hentikan ilegal logging CV. Azahra Karya di Desa Wailoba, wujudkan reforma agraria sejati, Bupati Sula segera tuntaskan jembatan Air Kali Baleha, Gubernur dan Bupati Kepulauan Sula segera tuntaskan jalan Pulau Sula Besi dan Pulau Mangoli dan stop kekerasan seksual terhadap perempuan dan segera sahkan RUU-PKS.(tr-01)

 

Reporter: Rahmat l Editor: Zulfikar
728×90 Ads