Membaca Realitas
728×90 Ads

Menteri Arifin Tasrif Didesak Cabut Ijin IUP PT Amazing Tabara yang Sudah Direkomendasikan Pemprov Malut

JAKARTA – Penolakan hadirnya perusahaan tambang emas, PT Amazing Tabara di 3 Desa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Satan, Provinsi Maluku Utara, terus dilakukan oleh Masyarakat dan Mahasiswa.

Kali ini, Front Mahasiswa Peduli Tambang (FMPT) Maluku Utara menggelar aksi di Depan Kantor Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka ,Jakarta Pusat,Selasa (22/2/22).

Para Mahasiswa itu menggelar aksi penolakan dan meminta Menteri ESDM untuk menindaklanjuti rekomendasi DPRD Maluku Utara yang meminta Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Amazing Tabara dicabut.

“Kami meminta Menteri ESDM, Arifin Tasrif segera mengevaluasi seluruh Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di Maluku Utara karena banyak terdapat masalah,satu diantaranya adalah IUP PT Amazing Tabara.” Ungkap Koordinator Aksi M. Reza A.S

Perusahan tambang emas yang diketahui beroperasi di Pulau Obi itu diduga dengan sengaja mencaplok lahan perkebunan dan pemukiman warga tiga desa,diantaranya Desa Sambiki,Anggai dan Air Mangga.

Selain itu massa juga meminta menteri investasi dan Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) ,Bahlil Lahadalia turut mengevaluasi dan pencabutan IUP perusahan Amazing Tabara karena perusahan tersebut diketahui tak kunjung menjalankan usahanya sehingga tersanderanya pemanfaatan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

M. Reza A.S juga mengatakan, jika Menteri ESDM tidak segera menindak lanjuti rekomendasi DPRD yang disurati Pemerintah Provinsi Malut beberapa waktu lalu, maka mahasiswa akan melakukan aksi demo lanjutan meminta Presiden Joko Widodo mencopot menteri ESDM karena tak becus melindungi hak warga Maluku Utara terutama warga Pulau Obi.

“Kami meminta Kementerian segera cabut IUP Amazing Tabara dan mendukung Pemprov Malut bertindak tegas kepada perusahan tersebut.” tegas Reza.

Selain itu, Dalam orasi massa aksi menyampaikan bahwa, 90 persen saham perusahan PT Amazing Tabara diduga milik bupati Pulau Morotai, Beny Laos.

Sementara Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi dalam pertemuan dengan massa aksi menjelaskan,pihaknya sementara ini terus melakukan pembenahan setelah kewenangan IUP dialahkan dari daerah ke pusat.

“Sekarang pemerintah pusat lagi benerin nih, banyak sekali IUP-IUP yang ngak benar. Bupati-bupati dan Gubernur-gubernur banyak yang menyalahi aturan dalam mengeluarkan izin pertambangan yang merupakan kewenangan daerah. Di UU yang baru kemarin bayak bahkan ribuan IUP yang dicabut .” ujar Agung

Agung juga menambahkan, kalaupun PT Amazing melakukan kesalahan administrasi, salah kewilayaan dan aktifitanya tak ada maka dirjen minerba dipastikan akan mencabut izinnya.

Editor : Ibrahim

728×90 Ads