Membaca Realitas
728×90 Ads

Meski ada HET Baru, Harga Minyak Goreng di Ternate Tetap Mahal

TERNATE (kalesang) – Meski Pemerintah telah merubah harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng jenis curah dari harga Rp.11.500 per/liter ke harga Rp.14.000 per/liter, nampaknya tidak berlaku di Pasar Tradisional Higienis Bahari Berkesan Kota Ternate, Maluku Utara.

Pantaun kalesang.id di pasar Higienis Bahari Berkesan Kota Ternate, minyak goreng curah masih dijual dengan harga di atas ketetapan pemerintah, yakni Rp.23 ribu/liter.

Salah satu pedang sembako di pasar tradisional Higienis Bahari Berkesan Ternate, Kelurahan Gamalama, Adirahmat menjelaskan, dari tahun sebelumnya hingga kini, ia menjual minyak goreng curah dengan harga Rp.23 ribu/liter. Walaupun pemerintah suda mensubsidikannya.

“Sudah subsidi, tapi saya beli harga mahal, otomatis saya juga jual harga di atas.kalau jual sesuai harga subsidi berati rugi.” Ujarnya kepada kalesang.id, Kamis (17/3/2022).

Pria yang akrab siapa Adi ini merincikan, satu jerigen ukuran 22 liter dibeli dengan harga Rp.410 ribu. “Jadi kalu dikalikan Rp.23 ribu kali 22 liter, saya hanya dapat keuntungan Rp.96 ribu. Belum lagi sewa mobil.” Rincinya.

Sementara itu, Uli salah satu pedagang di Pasar Bastiong Ternate mengatakan, walaupun ada keputusan naik turunnya harga minyak goreng tapi tidak berpengaruh di pasar.

“Pengaruhnya hanya susah mendapat minyak goreng, tapi harga tidak berpengaruh.” Ungkapnya.

Ia menyarankan, jika menurunkan harga minyak goreng curah, pemerintah harus menertibkan harga minyak disetiap agen, agar sesuai dengan harga pemerintah.

“Karena kami beli di agen juga mahal, jadi kita jual juga harga segitu.” Katanya.

“Saya biasanya beli di Firma Agung tapi kosong. Jadi saat ini saya belinya dari tangan ke tangan.” Sambung Uli.(tr-06)

 

Reporter: Harisman Salim l Editor: Ibrahim
728×90 Ads