Membaca Realitas
728×90 Ads

Peringati Hari Hutan Sedunia, Mahasiswa Unkhair Desak Pemerintah Cabut IUP di Malut

TERNATE (Kalesang) – Memperingati Hari Hutan sedunia, puluhan Mahasiswa Kehutan Universitas Khairun Ternate, Provinsi Maluku Utara menggelar aksi didepan taman nukila, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Selasa (22/03/22).

Dalam aksi tersebut, Massa Aksi mendesak Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba untuk merekomendasikan pencabutan ijin usaha pertambangan (IUP) perusahaan Tambang ke Kementrian ESDM karena telah merusak hutan dan mengancam masyarakat sekitar tambang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Chayder Adam saat ditemui Kalesang.id disela-sela aksi mengatakan, kerusakan hutan kerap terjadi di Maluku Utara karena ulah perusahaan pertambangan.

Ia juga menjelaskan salah satu kasus kerusakan hutan di Maluku Utara terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan yakni di Desa Kawasi Pulau Obi.

Obi yang memiliki luas wilayah 2.500 Kilo Meter menjadi ancaman perusahaan tambang seperti Perusahaan Tambang Nikel.

“Yang menjadi persoalannya adalah limbah tambang yang mengakibatkan pencemaran di laut.” Ujarnya

Tambahnya, hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Pulau Mangoli.

Dari semua itu, pihaknya meminta kepada pemerintah Pusat untuk mencabut IUP yang ada di Malut, karena kerusakan hutan bukan hanya berimbas pada lingkungan dan manusia tapi juga hewan.

“Jika Pemerintah selalu memberikan IUP, maka dikhawatirkan 10-50 tahun kedepan Malut akan tenggelam.” Katanya

Semntra itu, dalam aksi tersebut Massa aksi juga menuntut perintah dan pihak berwajib harus melestrikan hutan, Tangkap dan adili pelaku pembakaran hutan, Stop ilegal loging, Cabut UU Omnimbus Law, Stop reklamasi pantai di Maluku Utara dan Hentikan perampasan ruang hidup masyarakat di Maluku Utara. (tr-06)

Reporter : Harisman Salim | Editor: Ibrahim

728×90 Ads