Membaca Realitas
728×90 Ads

ISSAP Ternate Tuntut Kenaikan Tarif Angkutan, Sesama Supir Nyaris Baku Hantam

TERNATE (Kalesang) – Ikatan Solidaritas Sopir Angkutan Penumpang (ISSAP) Kota Ternate  menuntut kenaikan tarif angkutan penumpang di Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (28/3/2022).

Sebelumnya, pihak ISSAP telah melakukan audiensi bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate dan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) di Ruang Eksekutif DPRD Kota Ternate.

Kordinator ISSAP, Muhammad Ely mengatakan, apa yang menjadi kesepakatan di DPRD adalah menjadi pegangan ISSAP.

“Pada saat itu kita minta kenaikan tarif, karena dari lurah-lurah, ketua-ketua BEM, Sekda, Kabag Hukum, Kabag Ekonomi sudah setuju.” Jelas Ely, saat diwawancarai, Senin (28/3/2022).

Ely menjelaskan kesepakatan yang terjadi pada saat rapat tersebut adalah soal waktu yakni diakomodirnya tuntutan ISSAP tersebut, namun hingga hari ini tidak ada kejelasan.

“Kalau tidak ada informasi dari pemerintah maka kami bikin gerakan, nah ini terjadi tadi, agar mereka bergerak.”Jelas Ely.

“Alhamdulillah tadi sudah ada pertemuan, pemerintah bilang besok dipastikan, mudah-mudahan besok kami dapat SK-nya.” Harap Ely.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Ternate Fachrul Rozy mengatakan, tuntutan ini sebelumnya sudah dibicarakan di DPRD, hanya saja dari DPRD belum ada hasil penetapan SK kenaikan tarif.

“Sebenarnya dari Dishub hari ini distribusi mengenai pelaksanaan rapat penentuan tarif, cuma sudah ada demo dari teman-teman sopir.”Jelas Rozy.

Rozy menjelaskan besok, Selasa (29/3/2022) akan diadakan rapat penentuan tarif hingga dari rapat tersebut ada berita acara persetujuan kenaikan tarif yang diikuti dengan SK kenaikan tarif dari Walikota Ternate.

Ia juga memaklumi dan mengakui bahwa awalnya penentuan tarif didasarkan atas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) premium, hanya sekarang ini BBM premium sudah tidak lagi ada di SPBU.

“Maka wajar dari teman-teman supir menuntut kenaikan tarif untuk pengguna jasa penumpang angkutan umum.” Katanya.

Dikatakan, setuju dan tidaknya permintaan dari ISSAP sebesar 50 persen itu dilihat dari rapat pada besok hari, karena dari pemerintah tidak hanya melihat dari satu sisi melainkan dilihat juga dari pengguna jasa angkutan umum.

“Mungkin besok juga ada dari pihak-pihak kelurahan yang dilewati sopir angkutan umum, seperti Jambula, Sulamadaha dan lain-lain.” Ungkap Rozy.

Sementara itu, dampa dari aksi, beberapa sopir angkutan nyaris dipukul, karena nekat menarik penumpang saat aksi mogok.

Ato ketua supir angkot trayek Bastiong saat ditemui Kalesang.id mengatakan, seluruh sopir angkot se Kota Ternate melakukan aksi mogok, jika ada yang menarik penumpang, maka penumpang akan dipaksa turun.

“Kasihan yang lain mogok, turunkan penumpang cepat, kalau tidak saya pukul ngana (kamu).” Tegasnya kepada salah satu sopir angkot yang menarik penumpang.

Ia meminta pemerintah naikan tarif angkot Bastiong-Gamalama dari Rp6 ribu-Rp7 ribu, karena semua kebutuhan pokok naik tapi tarif angkot tidak naik-naik.”Tambahnya.(tr-06/tr-01)

Reporter : Rahmat Akrim/Harisman Salim

Editor     : wawan Kurniawan

728×90 Ads