Membaca Realitas
728×90 Ads

Kejari Tikep Launching Kampung Restorative Justice dan Rumah Restorative Justice

TIDORE (kalesang) – Kejaksaan Negeri Kota Tidore Kepulauan (Kejari Tikep) resmi melaunching Kampung Restorative Justice (KRJ) dan Rumah Restorative Justice (RRJ) yang dihelat pada Rabu (30/3/22) di Pandopo Kesultanan Tidore.

Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia melalui zoom meeting dengan berpedoman pada Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor : B-475/E/Es.2/02/2022, tanggal 08 Februari 2022, tentang Pembentukan Rumah Restorative Justice.

Kegiatan ini dihadiri Sultan Tidore, diwakili oleh Jo Hukum Yade Kesultanan Tidore, Walikota Tidore Kepulauan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tidore Kepulauan, dan Sekda Kota Tidore Kepulauan serta seluruh Kepala Kecamatan di Wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tidore Kepulauan Abdul Muin mengatakan, Kejaksaan Republik Indonesia melalui peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 telah melakukan inovasi penegakan hukum yang sangat luar biasa melalui penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atau dikenal dengan program Restorative Justice.

Program tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat sehingga menyebabkan meningkatnya permintaan untuk penghentian penuntutan dengan berdasarkan keadilan restoratif.

“Dengan respon positif tersebut Jaksa Agung kemudian menetapkan kebijakan untuk melakukan pembentukan Kampung atau Rumah Restorative Justice di seluruh Indonesia termasuk wilayah Kota Tidore kepulauan.” Ungkap Muin pada kesempatannya memberikan sambutan

Dia melanjutkan pembentukan Rumah Restorative Justice itu dimaksudkan untuk menyediakan tempat musyawarah/mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan hukum pidana yang ada di masyarakat dengan pertimbangan hati nurani yang dapat memberikan keadilan tidak hanya kepada Tersangka, tetapi juga korban dan keluarganya, serta masyarakat itu sendiri.

“Rumah Restorative Justice ini nantinya akan menjadi tempat untuk dilakukannya mediasi oleh Jaksa yang disaksikan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat setempat.” Pungkasnya

Selain itu, kata dia, Rumah Restorative Justice bertujuan untuk mencapai penyelesaian perkara secara cepat, sederhana dan biaya ringan, sehingga terwujud adanya Kepastian Hukum, Kemanfaatan dan Keadilan di masyarakat.

Dia berharap dengan dibentuknya Kampung Restorative Justice atau Rumah Restorative Justice di wilayah Kota Tidore Kepulauan itu dapat meningkatkan kualitas penegakan hukum serta kesadaran hukum masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

“Tidak hanya sekedar acara seremonial saja melainkan benar-benar menjadi suatu sarana dalam penegakan hukum yang progresif di Kota Tidore Kepulauan.”Ungkap Kepala Kejari Tikep

Melalui program tersebut, kata Muin menambahkan, Kejari Tikep mengharapkan dukungan kerja sama dan doa dari semua pihak baik dari pemerintah kota, lembaga penegakan hukum, maupun seluruh elemen masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Dikesempatan yang sama, Walikota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan Rumah Restorative Justice merupakan suatu inovasi yang luar biasa dalam penanganan kasus dari kejaksaan yang mengutamakan pendekatan kekeluargaan dengan cara mediasi.

“Di bentuknya “Rumah RJ” semoga dapat memberi manfaat dalam penegakan hukum, menciptakan situasi masyarakat yang kondusif, sadar dan taat hukum. membudayakan sadar dan taat hukum,” tutur Ali Ibrahim.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan mendukung penuh program Kampung Restorative Justice dan Rumah Restorative Justice.

“Ini adalah suatu terobosan luar biasa sebagai upaya memberi rasa adil dan nyaman kepada kita semua”. Ujar Ali menambahkan

Diakhir sambutannya, ia mengajak kepada seluruh Pejabat OPD, Lembaga-Kementerian, BUMN, BUMD, Swasta dan seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kota Tidore Kepulauan agar dapat berpartisipasi aktif dengan adanya Rumah Restorative Justice.

“Kita sama-sama belajar seputar pengetahuan hukum, sehingga kita terhindar dari segala tindak pidana yang dapat merugikan kita sekalian. Mari kita junjung tinggi “Adat Se Nakodi” menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” tutup Ali Ibrahim. (tr-04)

 

Reporter : M Rahmat Syafruddin | Editor : Ibrahim

728×90 Ads