Membaca Realitas
728×90 Ads

BPOM Malut Gelar Sidak, Takjil di Kota Ternate Aman dari Bahan Berbahaya

 TERNATE (Kalesang) – BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) Intensifikasi Pengawasan Pangan Bulan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2022 di beberapa lokasi penjualan takjil Kota Ternate.

Amatan Kalesang.id, Kamis (7/4/2022) petang tadi, mobil laboratorium keliling milik BPOM Malut terparkir tepi jalan pantai Falajawa Satu, Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Mobil tersebut dijadikan sentral uji sampel kue dan makanan takjil.

Kepada wartawan Kalesang.id, Kepala Balai BPOM Malut, Tri Wandiro mengaku, pihaknya telah melakukan Sidak selama dua hari. Tujuannya untuk mengawasi setiap kue dan makanan takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya.

“Sidak hari ini dimulai pada pukul 14:00 WIT, namun sidak BPOM ini sudah berlangsung sejak kemarin, Rabu (6/4/2022).” Ungkap Tri.

Menurutnya, sampel kue dan makanan yang diuji BPOM diambil dari semua dagangan takjil di hampir seluruh wilayah Kota Ternate, mulai dari Kelurahan Ngade, Kalumata, Bastiong, Mangga Dua, Muhajirin, Dufa-Dufa, Pasar Higienis, Terminal, hingga pedagang takjil di depan Taman Nukila.

“Total pengambilan sampel selama dua hari ini berjumlah 92 jenis, dan alhamdulillah tak ditemukan makanan dan kue yang dicurigai mengandung  bahan berbahaya seperti, burach, formalin dan metadeilo.”Tegas Tri bersyukur.

Tambah Tri, pihaknya akan selalu mengawasi tiap makanan dan peredaran kue takjil di Kota Ternate, meski tak terdapat bahan berbahaya, tetapi pedagang di tepi jalan harus tetap menjaga kebersihannya (sanitasi).

“Untuk pedagang takjil, wajib diperhatikan sanitasi dagangannya. Yang jualan ditepi jalan harus dikemas atau ditutup dengan baik agar kebersihan makanan terjaga.” Harap Tri.

Selain itu, BPOM juga sudah lakukan pengawasan ke sebelas toko dan penyalur makanan di Kota Ternate, terdapat lima toko yang produknya rusak dan kedaluwarsa.

“Toko di Ternate, nama kami tak bisa sebut, produk yang rusak dan kedaluwarsa itu terdiri dari krim kental manis dan biskuit, yang alhamdulillah kami sudah berikan peringatan dan barang yang rusak itu kami musnahkan.”Pungkas Tri. (tr-08)

 

Reporter: M. Rifdi Umasangadji

Editor  : Wawan Kurniawan

728×90 Ads