Membaca Realitas
728×90 Ads

Pansus LKPJ Walikota Terus Kumpulkan Data lapangan

TERNATE (Kalesang) – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Ternate tahun 2021 melakukan kroscek lapangan yakni berkunjung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate, Kamis (7/4/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Pansus LKPJ meneliti, mendalami dan melihat progam dan kegiatan tahun 2021 sesuai dengan dokumen LKPJ Walikota Ternate tahun 2021 terkait dengan target dan realisasi belanja.

“Ada beberapa hal yang menjadi diskusi kami di Disdik Kota Ternate, dimana dilihat dari realisasi belanja.” Ujar Ketua Pansus LKPJ, Fahri Bachdar.

Dikatakan, Disdik Kota Ternate sendiri untuk program dan kegiatan belanja di tahun 2021 realisasi belanja di angka Rp249 miliar lebih atau sebesar 94,65 persen dari targetnya Rp263 miliar lebih.

“Artinya terdapat selisih diangka Rp14 miliar lebih.”Kata Fahri.

Fahri bilang, berdasarkan penyampaian dari pihak Disdik Kota Ternate bahwa selisih tersebut kemungkinan terjadi double input terkait dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) juga sisa dana tender atau sisa dana hasil pelelangan kegiatan fisik tahun 2021.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate itu juga mengatakan terdapat item-item yang belum sempat dilaksanakan yang bukan modal belanja barang dan jasa tapi anggaran rutin seperti pembayaran air dan listrik.

Kata Fahri terkait kunjungan Pansus di Kecamatan Moti, dimana beberapa kepala sekolah menyampaikan bahwa tambahan penghasilan guru non sertifikasi di tahun 2021 hanya terbayar selama 8 bulan dan 4 bulan tidak dibayarkan.

“Setelah disampaikan tadi, Disdik Kota Ternate membenarkan hal itu dan mengatakan karena bersumber dari APBN 4 bulan belum sempat dicairkan. Terkait itu Disdik sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat.”Tandas Fahri.(tr-01)

 

Reporter: Rahmat Akrim

Editor  : Wawan Kurniawan

 

 

728×90 Ads