Membaca Realitas
728×90 Ads

BMKG: Puncak Musim Hujan di Malut Hingga Juni

TERNATE (Kalesang) – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Maluku Utara (Malut).

Hal ini bahkan menyebabkan genangan air di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah,  Kota Ternate, Maluku Utara Sabtu (9/4/2022) lalu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memprediksi, kondisi hujan akan berlangsung hingga Juni 2022 mendatang, karena Malut masuk fase puncak musim kedua.

“Potensi hujan akan masih berlangsung, kondisi hujan akan berkurang atau jeda satu pekan, namun akan kembali naik curah hujannya.”Ujar Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Setiawan Sri Raharjo, kepada Kalesang.id, Minggu (10/4/2022).

Setiawan menjelaskan, kondisi ini dipicu karena Southern Oscillation Index (SOI) atau perbedaan tekanan udara antara dua wilayah masih cukup tinggi yaitu +12.6 dan nilai indeks El Nino atau pemanasan Suhu Muka Laut (SML) masih mines 0.66.

Makanya terjadi aktif gelombang Rossby Ekuatorial yakni gelombang planeter yang terperangkap di kawasan katulistiwa dan tumbuhnya pusat tekanan rendah di perairan Samudra Pasifik, yang menjadikan wilayah Malut terjadi belokan angin dan anomali SML di Laut Maluku dan Laut Halmahera masih relatif hangat.

“Ini menyebabkan labilitas atau terjadi perubahan di Malut cukup tinggi yang menghasilkan hujan intensitas sedang hingga lebat sore hingga malam hari.”Terang Setiawan.

Sementara untuk gelombang, Setiawan bilang di bagian utara seperti perairan Morotai, Loloda, Ternate, Batang Dua masih berpotensi tinggi 1.5 hingga 2 meter.

“Untuk perairan Morotai bagian timur yang berhadapan dengan Samudra Pasifik potensi hingga 3 meter.” Tandas Setiawan. (tr-01)

 

Reporter: Rahmat Akrim

Editor  : Wawan Kurniawan

728×90 Ads