Membaca Realitas
728×90 Ads

BMKG: La Nina Masih Bertahan, Musim Kemarau di Malut Diprediksi Terlambat

TERNATE (kalesang) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara memprediksi musim kemarau tahun 2022 di wilayah Maluku Utara (Malut) akan datang lebih lambat.

Menurut BMKG, hal ini dipengaruhi oleh keberadaan La Nina atau fenomena Suhu Muka Laut (SML) yang masih bertahan hingga 2022.

Koordinator BMKG Maluku Utara, Djoko Sumardiono mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim hujan 2021/2022 hingga awal Februari 2022 menunjukkan bahwa seluruh zona musim di wilayah Malut telah memasuki musim hujan.

“Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan wilayah pasifik tengah dalam kondisi La Nina yakni indeks Nino 3.4 = -0,8. Kondisi ENSO fase dingin ini (La Nina) diprediksi akan terus melemah dan beralih menuju netral pada periode Maret-April hingga Mei 2022. Prediksi ini akan diperbarui setiap dasarian.” Kata Djoko dalam keterangan tertulisnya yang diterima kalesang.id, Kamis (14/4/2022).

Djoko memaparkan, kedatangan musim kemarau umumnya berkait erat dengan peralihan angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

Hingga Februari 2022, aliran angin Monsun Asia masih cukup kuat sesuai dengan normalnya dan diprakirakan masih berlangsung hingga Maret 2022.

“BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate memprediksi peralihan angin monsun terjadi seiring aktifnya Monsun Australia pada akhir April 2022 dan mulai mendominasi wilayah Maluku Utara pada bulan Mei hingga Agustus 2022.” Paparnya.

“Dari total 2 Zona Musim (ZOM) di Maluku Utara yaitu Zona Musim 328 dan 329 secara umum akan memasuki musim kemarau pada Agustus 2022.” Sambung Djoko.

Sementara itu, berdasarkan prediksi secara perwilayahan kabupaten/kota di Malut, awal musim kemarau akan dimulai pada Juli dasarian III di Kabupaten Morotai, pada Agustus dasarian I di wilayah Kota Ternate dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Selanjutnya, pada Agustus dasarian II di wilayah Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Sedangkan pada September dasarian II di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau (periode 1991-2020), maka awal musim kemarau 2022 di Malut diprakirakan mundur terjadi di wilayah 5 kabupaten/kota.

“Ternate, Halmahera Barat, Taliabu, Halmahera Utara dan Morotai, sama Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur dan maju Halmahera Tengah.” Jelas Djoko.

Ia menambahkan, musim kemarau pada tahun 2022 akan datang lebih lambat dibandingkan normalnya dengan intensitas yang mirip dengan kondisi musim kemarau biasanya.(tr-01)

 

Reporter: Rahmat Akrim l Editor: Zulfikar
728×90 Ads