Membaca Realitas
728×90 Ads

RUU TPKS Resmi Disahkan, Begini Komitmen DP3A Kota Ternate

TERNATE (kalesang) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi Undang-Undang melalui rapat Paripurna, Selasa (12/4/2022). 

Untuk diketahui, ada 9 tindak pidana kekerasan seksual yang diatur dalam perundangan-undangan tersebut. Diantaranya, dalam Pasal 4 ayat (1) disebutkan TPKS meliputi pelecehan non fisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan perkawinan. Serta penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan kekerasan seksual berbasis elektronik. 

Menyikapi pengesahan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate, Maluku Utara berkomitmen secara berkesinambungan siap melaksanakan sosialisasi dan mengimplementasikan UU TPKS tersebut kepada masyarakat.

“Itikad baik dan kesadaran bersama menjadi kunci, sehingga wujud pengakuan terhadap hak-hak perempuan sebagai korban kekerasan mampu dijamin secara utuh.” Ungkap Kepala DP3A Kota Ternate, Marjorie S. Amal kepada kalesang.id, Sabtu (16/4/2022). 

Marjorie mengapresiasi kolaborasi yang begitu intens antara pemerintah dan berbagai organisasi yang berjuang bagi perempuan dan anak.

“Begitu banyak memberikan kontribusi pemikiran serta ikut mengawal prosesnya untuk menjadi payung hukum kita.” Catusnya. 

Menurutnya, pengesahan UU TPKS merupakan puncak dari komitmen negara dalam melindungi warganya dari kekerasan seksual terutama kaum perempuan, anak-anak, dan juga difabel. 

“Ini juga perayaan kolektif terhadap jalan buntu yang prosesnya begitu panjang bagi korban kekerasan seksual dalam memperoleh keadilan.” Ujarnya.

Untuk itu ia berharap, berbagai kasus kekerasan seksual dapat teredukasi secara cepat untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah yang aman bagi semua perempuan dan anak.

“Maka dari itu, kepada semua perempuan dan anak sudah saatnya berani melaporkan setiap tindak kekerasan seksual yang dialaminya tanpa intimidasi dari siapapun. Jangan penah merasa takut karena sudah ada legal standing yang akan melindungi dan menjamin seluruh hak kalian yang tadinya terabaikan. Keinginan terbesar kita adalah tidak lagi menyisakan sedikitpun ruang bagi para pelaku kekerasan seksual.” Tegasnya.(tr-02)

 

 

Reporter: Sitti Muthmainnah l Editor: Zulfikar
728×90 Ads