Membaca Realitas
728×90 Ads

Catut Nama Pejabat Polri di Maluku Utara, Dua Pria Asal Jakarta Diciduk

TERNATE (kalesang) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara berhasil menangkap dua orang pelaku kasus dugaan tindak pidana pinipuan yang mencatut nama pejabat Polri di Maluku Utara.

Dua pelaku tersebut berinisial JKD (37) dan H (28) warga asal Jakarta ditangkap di Jakarta yang dilakukan oleh tim Reserse Mobile (Resmob) Haltim, tim Resmob Polda Malut dan di back up oleh Sat Resmob Bareskrim Polri.

Penagkapan itu berdasarkan laporan Polisi: LP/B/51/VII/2023/Polres Halmahera Timur/Polda Malut tanggal 28 Agustus 2023. Selain pelaku penipuan, keduanya merupakan anggota sindikat penipuan online.

Pencatut nama pejabat Polri tersebut, adalah Kapolres Halmahera Timur (Haltim) AKBP. Setyo Agus Hermawan dan Kasat Reskrim Polres Haltim dengan memeras korban berinansial JW.

Aksi penipuan ini terjadi pada Kamis 26 Agustus 2023 dengan cara menelpon JW mengatasnamakan Kapolres dan Kasat Reskrim Haltim dan meminjam uang tunai senilai Rp200.000.000.

“Modus mereka itu, berpura-pura menjadi Kapolres Haltim dan Kasat Reskrim Haltim kemudian menelpon korban JW meminjam uang.” Kata Dir Krimum Polda Malut, Kombes Pol. Asiz Efendy melalui Wadir Krimum, AKBP. Anjas Gautama Putra, ketika memimpin pres rilis, Sabtu (30/12/2023).

“Dari hasil interogasi, keduanya melakukan penipuan sejak 2019 silam.” Sambungnya.

Selain itu, mantan Wadir Dit Samapta Polda Malut itu menyatakan, dari tangan pelaku JKD anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bundel rekening koran bank BCA, 4 unit handphone, 28 buah kartu ATM Mandiri, 22 buah kartu ATM bank BNI, 13 kartu ATM bank BRI, 9 kartu ATM bank CIMB Niaga, 4 kartu ATM bank BTN, 1 kartu ATM bank BSI, 1 lembar celana panjang jeans dan 1 lembar kasus biru dongker.

Sementara ditangannya pelaku H, diamankan 2 unit handphone, 5 kartu ATM bank BNI, 2 kartu ATM bank BRI, 1 kartu ATM BCA, 1 lembar celana pendek dan 1 buah topi biru dongker.

“Jadi peran keduanya sebagai tim yang melakukan penarikan uang hasil penipuan kemudian uang tersebut dikirim ke rekening para pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran Resmob, salah satunya pelaku M yang merupakan pimpinan mereka yang masuk daftar pencarian orang (DPO).” Ungkapnya.

Dari tindakan tersebut, Anjas menambahkan, JKD dan H dikenakan pasal 378 KHUP, pasal 3 atau pasal 4 dan pasal 5 UU nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Mereka diancam dengan pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 10. 000.000.000.” Tandasnya.(tr-01)

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel

728×90 Ads