Membaca Realitas
728×90 Ads

Milad Baznas Ke-23 Ternate Ditetapkan Sebagai Kota Zakat

TERNATE (kalesang)– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate merayakan milad ke-23 bersama dengan Baznas Ternate Award 2023 di Kantor Walikota Ternate pada Rabu (24/1/2024).

Walikota M. Tauhid Soleman menyatakan kesiapan Ternate menjadi Kota Zakat, dengan harapan zakat dapat menjadi penenang dan pegangan dalam kehidupan di tengah bencana dan peristiwa sosial.

“Kalau tadi ada apresiasi disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama bahwa insya Allah bisa dijadikan sebagai kota zakat. Saya harus nyatakan Ternate siap untuk jadi Kota Zakat.”Katanya.

 Ia mengatakan dunia semakin tua, di tahun 2021 terjadi bencana alam, terjadi bermacam hal peristiwa sosial, peristiwa politik. Artinya apa? Zakat mudah-mudahan jadi penenang bukan obat saja, sekaligus menjadi pegangan kita dalam kehidupan.

“Kita berikhtiar, kemudian mendeklarasikan Ternate sebagai Kota Zakat, mudah-mudah kita bisa terhindar dari segala bencana bisa terjadi di kota sama-sama kita cintai ini.”Ungkapnya.

Dijelaskan banyak hal sudah dilakukan oleh Baznas dan hari ini, ada award diberikan  mudah-mudah ini jadi motivasi.

“Harapan performs dari Baznas Kota Ternate yang saat ini termasuk terbaik di Indonesia bagian timur insya Allah tetap terjaga,” akunya.

Terpisah, Ketua Baznas Kota Ternate H. Adam Ma’rus mengatakan sasaran zakat ini kepada 8 asnaf dan rata-rata kriteria itu ada di Kota Ternate tetapi sangat menonjol adalah fakir.

“Yang tadi sekitar 120 orang setiap bulan diberikan bantuan secara rutin. Ada harapan kami diinginkan dengan sejumlah program itu secara umum mereka dari mustahik menjadi muzakki dengan beberapa kebijakan salah satunya program melalui bantuan modal itu diharapkan mandiri dengan usahanya, bisa mengembalikan modal dan sekali waktu bisa membantu  masyarakat sekitar.”bebernya.

Ada juga, lanjut kata Adam bahwa bantuan kepada para mahasiswa yang orang tua sangat terbatas diharapkan bisa menyelesaikan studi dan bisa jadi pelopor utama dalam sosialisasi zakat.

“Sebagaimana diharapkan walikota tadi bahwa zakat ini menolak bala, zakat bisa menghapus tentang rentang perbedaan ekonomi bagi mereka yang mampu dan tidak mampu.”jelasnya.

Program Rumah Layak Huni itu secara umum bahwa ini kerja sama Baznas pusat dan daerah secara nominal per rumah Rp 25 juta. Tentu saja dari sisi situasi harga bahan sangat terbatas. 

Oleh karena itu, diharapkan kepada pihak lain seperti pengusaha sama-sama membantu mereka. Diharapkan mereka mendapat bantuan itu bisa mandiri dan hidup tenang. Rumah yang dibantu di kota Ternate sekitar 15 unit. 

Lebih jauh dikatakan bahwa potensi zakat sesuai hasil rilis kita itu Kota Ternate untuk pengumpulan dari tahun ke tahun ada peningkatan.

“Tentunya banyak kendala, secara umum  kesadaran orang terhadap ajaran agama perlu di edukasi, sisi sosialisasi bukan sekedar Baznas tapi melibatkan stakeholder tanggung jawab bersama, saya lihat sangat luar biasa walikota Ternate yang cukup membantu.”pungkasnya.

Sekedar diketahui, program rumah layak huni Baznas membangun rumah dengan jumlah 15 unit diantaranya.

Kelurahan Kalumata 2 unit rumah

Kelurahan Tanah Tinggi 1 unit rumah

Kelurahan Maliaro 3 unit rumah 

Kelurahan Marikurubu 1 unit rumah

Kelurahan Makassar Barat 1 Unit rumah

Kelurahan Makassar Timur 1 unit rumah 

Kelurahan Selero 1 unit rumah

Kelurahan Tubo 1 unit rumah

Kelurahan Bula 1 unit rumah

Kelurahan Kastela 1 unit rumah

Kelurahan Mayau Kecamatan Batang Dua 1 unit rumah. 

Editor : Redaksi

728×90 Ads