Membaca Realitas
728×90 Ads

Demokrasi Mundur, WALHI Maluku Utara Serukan Pemilu 2024 Pilah, Pilih dan Pulih

TERNATE (kalesang) – Momen pemilihan umum (pemilu) 2024  yang seharusnya adil dan netral,  dinilai tercerai oleh aksi penguasa yang menyebabkan minimnya demokrasi  dan krisis ekologi di tanah air saat ini.

Dalam konferensi Wahana Lingkungan Hidup  Indonesia (WALHI) Maluku Utara yang menyuarakan sikap terhadap pemilu 2024 yang dianggap mengarah terhadap kemunduran demokrasi. 

Direktur WALHI Maluku Utara, Faisal Ratuela, bertempat di Kantor WALHI Maluku Utara, Selasa (6/2/2024) mengungkapkan bahwa dari visi dan misi yang disampaikan oleh ketiga pasangan calon Presiden Indonesia, tidak ada satupun yang membahas kondisi kerusakan ekologi di pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara.

WALHI sangat mengkhawatirkan bahwa dalam tahapan politik yang sedang berlangsung, belum ada pembicaraan yang jelas mengenai penyelamatan ruang hidup di pulau-pulau kecil. Hal ini menjadi kekhawatiran besar karena dalam debat Capres dan Cawapres 2024, ketiga kandidat tersebut tidak membahas masalah ini dalam visi dan misi mereka.

“Dari paparan visi dan misi ketiga kandidat Pasangan Calon Presiden ini, WALHI melihat bahwa akan ada banyak proses penghancuran ruang hidup setelah Pemilu ini di Maluku Utara. Kita melihat bahwa Maluku Utara tidak dipedulikan sebagai provinsi yang memiliki peran dalam integrasi nasional,” tegas Faisal.

Berdasarkan peta investasi saat ini, investasi yang masif terjadi di wilayah Indonesia Timur. Hal ini memperkuat kekhawatiran WALHI akan terjadinya penghancuran ruang hidup di Halmahera Tengah, yang berdampak pada kondisi ruang hidup perempuan dan kesehatan warga yang tinggal di area pesisir. Selain itu, pulau-pulau seperti Pulau Obi juga mengalami proses serupa.

“WALHI Maluku Utara merasa bahwa siapapun yang menjadi Presiden berikutnya memiliki peluang kecil untuk membahas pemulihan ekologi di Maluku Utara. Hal ini terlihat dalam debat Capres terakhir yang tidak memperhatikan pembahasan mengenai wilayah timur, terutama wilayah-wilayah berbasis pulau-pulau kecil,” ungkap Faisal.

WALHI juga mendorong masyarakat untuk memilah, memilih, dan memulihkan. Dalam konteks ini, WALHI meminta semua elemen perlawanan dari tingkat nasional hingga daerah untuk mempertimbangkan dan memilih siapa yang memiliki rekam jejak terbaik dalam menghadapi proses penghancuran lingkungan.

“Paling memungkinkan adalah trek rekor mereka yang minim dari situasi terlibat dalam origarkir yang saat ini berkuasa  terhadap negara, dalam proses penghancuran. Pemilihan kita harus berdasarkan prinsip pemulihan ruang hidup yang penting,” tambah Faisal.

Dalam konferensi pers tersebut, WALHI juga mengeluarkan deklarasi dengan tajuk “Prinsip Pilah-Pilih-Pulih”. Dalam deklarasi ini, WALHI menyerukan kepada semua elemen untuk memilih kader politik hijau yang memperjuangkan agenda keadilan ekologi.

WALHI juga menolak terjebak oleh janji-janji palsu, gimmick, pencitraan, dan praktik politik transaksional para kandidat yang curang, licik, dan tidak bertanggung jawab. Masyarakat diminta untuk berkomitmen dalam memilih dan mengawal agenda perwujudan pemulihan lingkungan di Indonesia.

Bunyi Deklarasi WALHI.

Menyikapi dinamika situasi politik pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, yang mengarah kepada kemunduran demokrasi, penyempitan ruang- ruang sipil, pembangkangan konstitusi dan pelanggengan praktik pengerukan sumber daya alam secara ugal-ugalan.

Memperhatikan kinerja pemerintah yang semakin jauh dari amanah pasal 33 Konstitusi, serta pemilu sebagai momentum rakyat memberikan amanahnya.

Kami, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyerukan terhadap seluruh elemen WALHI bersama Rakyat, untuk mengamalkan Prinsip  Prinsip Pilah- Pilih-Pulih.

Prinsip Pilih.

Memilah berdasarkan Rekam Jejak Kejahatan Konstitusi, HAM, Lingkungan, dan Pelanggaran Etik; dengan menggunakan Nilai dan Prinsip WALHI sebagai panduan.

Mencermati dan membedah Visi- Misi, program dan agenda setiap kandidat Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota legislatif.

Menelusuri, melihat lebih dalam dan membongkar kepentingan aktor-aktor pendukung di balik setiap kandidat Presiden, Wakil Presiden, serta calon legislatif.

Prinsip Pilih Pulih.

Menolak terjebak pada janji, gimmick, pencitraan dan praktik politik transaksional oleh para kandidat yang berwatak curang, culas, dan ugal-ugalan.

Berkomitmen memilih kader politik hijau yang mengusung agenda platform politik keadilan ekologi. Berkomitmen untuk terus mengawal agenda perwujudan Pulihkan Indonesia.

Editor : Yunita Kaunar

728×90 Ads