Membaca Realitas
728×90 Ads

Deflasi Terjadi di  Halmahera Tengah dan Kota Ternate pada Februari 2024

TERNATE (kalesang) – Pada bulan Februari 2024, beberapa daerah di Provinsi Maluku Utara (Malut), termasuk Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate, mengalami deflasi yang signifikan dalam pengukuran bulanan ke bulan sebelumnya (m-to-m).

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat deflasi m-to-m di Provinsi Maluku Utara mencapai 0,42 persen, di Kabupaten Halmahera Tengah mencapai 0,52 persen, dan di Kota Ternate mencapai 0,40 persen.

Deflasi ini juga tercermin dalam pengukuran tahun ke tahun (y-on-y), di mana tingkat inflasi di seluruh wilayah tersebut masih relatif rendah. Secara khusus, Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,71 persen, Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 4,68 persen, dan Kota Ternate sebesar 2,29 persen.

“Selain itu, data menunjukkan bahwa deflasi juga terjadi dalam pengukuran tahun ke hari (y-to-d). Provinsi Maluku Utara mengalami deflasi y-to-d sebesar 0,44 persen, Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 0,70 persen, dan Kota Ternate sebesar 0,38 persen.” Ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Jumat (1/2/2024).

Dalam analisis BPS, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama deflasi di ketiga wilayah tersebut.

Di Provinsi Maluku Utara, kelompok ini memberikan andil deflasi sebesar -0,48%, dengan komoditas seperti Cabai Rawit, Tomat, Ikan Malalugis/Ikan Sorihi, Cabai Merah, dan Bawang Merah menjadi penyumbang utama.

Sedangkan di Kabupaten Halmahera Tengah, kelompok yang sama memberikan andil deflasi sebesar -0,55%, dengan komoditas seperti Tomat, Cabai Rawit, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Ketela Pohon menjadi penyumbang utama.

Kota Ternate juga mengalami deflasi dengan kelompok yang sama memberikan andil sebesar -0,46 persen, dengan komoditas seperti Cabai Rawit, Ikan Malalugis/Sorihi, Tomat, Cabai Merah, dan Bawang Merah menjadi penyumbang utama.

Namun, di sisi lain, beberapa wilayah juga mencatat inflasi yang signifikan dalam pengukuran y-on-y.

Di Provinsi Maluku Utara, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,88%, dengan komoditas seperti Beras, Bahan Bakar Rumah Tangga, Sigaret Kretek Mesin (SKM), Angkutan Udara, dan Kue Kering Berminyak menjadi penyumbang utama.

Di Kabupaten Halmahera Tengah, kelompok yang sama memberikan andil inflasi sebesar 3,78 persen, dengan komoditas seperti Beras, Tomat, Ikan Malalugis/Ikan Sorihi, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan Gula Pasir menjadi penyumbang utama.

Sedangkan di Kota Ternate, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga memberikan andil inflasi sebesar 0,46 persen, dengan komoditas seperti Beras, Bahan Bakar Rumah Tangga, Angkutan Udara, Kue Kering Berminyak, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi penyumbang utama.

Data ini menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam tren inflasi dan deflasi di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku Utara, dengan beberapa faktor seperti harga komoditas makanan dan kebutuhan rumah tangga menjadi pendorong utama dalam perubahan ini.

 


Ediror : Redaksi

Penulis : Yunita kaunar

728×90 Ads