Membaca Realitas
728×90 Ads

Maluku Utara Disebut Miliki Potensi Pengembangan Capilong

TERNATE (kalesang)– Provinsi Maluku Utara disebut memiliki potensi pengembangan buah capilong atau nyamplung.

Berdasarkan hasil riset Dosen Universitas Khairun (Unkhair) Kota Ternate pada 2019, menyatakan buah capilong menjadi salah satu bahan baku alternatif biodiesel, obat hingga kosmetik. Selain itu, limbah tempurung biji capilong juga merupakan salah satu bahan baku arang atau arang aktif.

Sementara hasil penelitian Sidayat dan Fatmawati pada 2021, menunjukkan populasi pohon capilong yang tersebar di berbagai area Kota Ternate sebanyak 1002. Dan memiliki nilai keekonomian mencapai Rp44,24 Miliar per tahun.

Nilai tersebut, dihasilkan dari pemanfaatan capilong secara langsung yakni daun, buah, dan kayu sebesar Rp26,32 Miliar dan Rp17,92 Miliar dari pemanfaatan capilong sebagai penahan erosi pantai.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan, buah capilong terbilang potensial di Maluku Utara. Tentunya, untuk melakukan pengembangan, peran dari Pemerintah Daerah (Pemda) sangat dibutuhkan.

“Kami coba sampaikan saja, siapa tahu jadi inspirasi. Peran Pemda sangat penting untuk penyelenggaraan penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan serta pemenuhan fasilitas penunjang, sarana prasarana, dan infrastruktur pendukung,” katanya, Senin (4/3/2024).

Ia menuturkan, jika buah capilong dikembangakan, tak hanya bahan baku yang telah tersedia tetapi biaya produksi pun dapat ditekan.

Meskipun begitu, pengembangan buah capilong di Maluku Utara masih memiliki hambatan. Diantaranya, banyaknya pohon capilong yang belum mencapai standar produksi yang besar dan kecilnya pasar bagi hasil produksi.

“Mitigasi penghambat harus dilakukan dengan penelitian-penelitian lanjutan,” tandasnya.

 

Reporter : Sitti Muthmainnah

Editor : Redaksi

728×90 Ads