Membaca Realitas
728×90 Ads

Dirpolairud Polda Maluku Utara Buka Suara Soal BBM, Ditahan TNI AL

 

TERNATE (kalesang) – Ditpolairud Polda Maluku Utara buka suara terkait bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite milik Polairud yang sempat diperiksa dan ditahan oleh TNI AL.

Sebelumnya, kejadian itu bermula ketika kapal tengker yang memuat puluhan ton BBM jenis dexlaiet yang dibawa dari Ternate ke Hamahera Selatan diamankan oleh TNI AL pada 20 Maret 2024 kemarin.

BBM tersebut diketahui milik Ditpolairud Polda Maluku Utara yang akan diperuntuhkan untuk bahan bakar di kapal Gamalama milik Ditpolairud yang saat ini berada di Pulau Obi.

Dirpolairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hariyatmoko mengatakan, kapal itu disamping angkut BBM milik Ditpolairud juga mengangkut BBM jenis minyak tanah dengan jumlah 395 ton

“Kapal Spob Rimas memang kapal transportir resmi milik PT Pertamina itu diperuntukkan untuk distribusi BBM.” Kata Hariyatmoko didampingi Danlanal TNI AL Ternate, Kolonel Marinir Ridwan Aziz dan Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Bambang Suharyono, Rabu (27/3/2024).

Dengan muatan itu, kapal tersebut lalu berangkat dan tepat di perairan Pigaraja, Halmahera Selatan berjumpa dengan kapal KRI Madidang 855 milik Kaormada III TNI-AL hombase.

Dari situ, kapal KRI itu langsung melakukan pengecekan kapal Spob Rimas. Dari hasil pengecekan semuanya lengkap, dan tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran dan diizinkan berlayar kembali.

“Sekarang kapal sudah berada di Obi untuk melaksanakan bangker di kapal Gamalama. Jadi soal ditahan itu tidak, namun hanya diperiksa kelengkapan berkas dan itu semua lengkap.” Jelasnya.

Terpisah, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ternate, Kolonel Marinir Ridwan Aziz benarkan adanya pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan itu, kata Ridwan Aziz diperiksa oleh keamanan laut gugus di Biak dengan KRI Madidang 855. Kebetulan saat ini mereka sedang melakukan patroli dan penertiban di laut.

“Nah pada saat bertepatan, mereka kemydian langsung diperiksa sehingga membawa kapal tersebut ke Posal Bacan.” Ungkapnya.

“Mereka periksa admistrasi milik kapal Spob Rimas ada beberapa yang minta dilengkapi, namun untuk BBM semuanya dinyatakan aman kelir.” Sambungnya.

Ridwan menambahkan, kapal Spob Rimas hanya diperiksa soal kelengkapan Admistrasi baik kapal maupun ABK. Saat ini pihak kapal KRI juga sudah serahkan ke pihak KSOP Bacan dan itu sudah diterbitkan telegram ke Panglima Kaormada III Sorong.

“Jadi masalah ini kami anggap sudah selesai. Saat ini juga kami sudah terbitkan telegram, intinya kapal tersebut tidak ditahan namun hanya diperiksa admistrasinya.” Tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Bambang Suharyono menambahkan permasalah ini hanyalah terjadi miskomunikasi.

“Kami pastikan TNI Polri tetap solid dan masalah ini kami tegaskan tidak ada penangkapan namun hanya pemeriksaan biasa. Itu sudah merupakan hal wajar.” Pungkasnya.

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur : Yunita Kaunar

728×90 Ads