Membaca Realitas
728×90 Ads

Anggota TNI AL Aniaya Wartawan, Komandan Pos Angkatan Laut Halsel Dicopot

Dua Anggota TNI AL Berinisial Letda M dan Peltu R Bakal Diberikan Sangsi

TERNATE (kalesang) – Peristiwa penganiayaan seorang wartawan media online bernama Sugandi yang terjadi di Pos jaga Pelabuhan Panamboang Kecamatan Bacan Selatan, Maluku Utara pada Kamis (28/3/2024) diduga dilakukan oleh TNI AL.

Penganiayaan diterima Sugandi dugaannya dilakukan oknum TNI AL berinisial Letda M dan Peltu R, yang merasa kesal atas pemberitaan terkait dengan dugaan penahanan BBM milik Ditpolairut Polda Maluku Utara oleh TNI AL.

Diketahui, BBM tersebut adalah milik Ditpolairud Polda Maluku Utara yang dibawa dari Ternate menuju ke Halmahera Selatan pada 20 Maret 2024.

Baca juga :Dirpolairud Polda Maluku Utara Buka Suara Soal BBM, Ditahan TNI AL

“Sekitar jam 12 siang, dari Angkatan Laut jemput saya dengan mobil. Dua anggota Angkatan Laut itu bawa saya langsung ke pos Angkatan Laut di Desa Panamboang. Setelah itu, sekitar jam 2 siang di pos itu terjadilah penganiayaan.” Beber Sugandi Kepada Media.

“Penganiayaan yang mereka lakukan dengan alasan bahwa ada pemberitaan yang naik awal tanpa konfirmasi. Namun dalam hal ini, kami pernah konfirmasi dan itu kami ada tiga orang wartawan. Bahkan hasil rekaman juga ada di teman dua wartawan lainnya. Jadi berita yang naik juga hasil konfirmasinya ada sampai sekarang.” Tambahnya.

Menurut oknum TNI AL tersebut, bahwa seharusnya Konfirmasi tersebut tidak seharusnya dijadikan sebagai berita.

“Dengan alasan itulah, mereka merasa tidak puas dan mengambil langkah pukul saya. Paling banyak saya ditendang di bagian kepala hingga telinga saya keluar darah dan dua gigi patah. Dua tangan saya juga dipukul. Terus di bagian belakang saya juga ditendang dan pukul menggunakan selang hingga luka-luka.” Jelasnya.

Setelah pemukulan Sugandi kemudian menuju RSUD Labuha  untuk melakukan visum.

Melalui Konferensi pers Jumat (29/3/2024) Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, berpangkat Letda dengan inisial M bakal dicopot dari jabatannya.

Pencopotan Danposal Bacan ini, disampaikan langsung Danlanal Ternate, Kolonel MAR Ridwan Aziz akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua  anggota TNI AL berinisial Letda M dan Peltu R  terhadap Sugandi wartawan media online di Halmahera Selatan.

Kolonel Ridwan menyatakan, dugaan kekerasan yang terjadi tersebut akan tetap ditangani secara profesional sehingga bisa menjadi efek jerah untuk anggota yang lain dalam mengambil keputusan.

“Keduanya tetap kami proses, bahkan untuk jabatan Danposal, hari ini juga langsung dicopot.” Tegasnya.

Selain itu, Ridwan juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi baik terhadap profesi wartawan maupun secara pribadi terhadap korban.

“Atas nama komandan dan anggota, saya menyampaikan permohonan maaf, saya akan tetap tindak karena ini sebenarnya tidak boleh terjadi.” Ungkapnya.

Ridwan yang juga putra asli Maluku Utara itu menambahkan, akan mengkroscek lebih kuat terkait dengan kejadian tersebut, hari ini juga pihaknya akan langsung bertolak ke Bacan sekaligus menjenguk korban maupun keluarga korban.

”Saya hari ini akan ke Bacan, saya akan sampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban dan keluarga.” Tandasnya.

Reporter: Juanda Umaternate

Redaktur : Yunita Kaunar

 

728×90 Ads