HALTENG (kalesang) – Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah, mengukuhkan 50 perangkat adat Nyili Lofo-Lofo di Masjid Waelegi Desa Wailegi Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Rabu (13/7/2022) selepas salat ashar.
Mengawali acara pelantikan tersebut, Imam Jawa Turu Sigi Kolano (Imam masjid kesultanan), Abdul Samad Hasan memimpin sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sultan Husain dalam sambutan menyampaikan, jabatan adat kesultan tidak digaji seperti jabatan lainnya.
Ia mengajak seluruh perangkat adat, agar menerapkan konsep cou atau pengadian yang sudah diterapkan di Kesultanan Tidore.
Kata sultan, konsep pengabdian tanpa batas. Ini ialah konsep tentang bagaimana berbakti bersungguh-sungguh terhadap pekerjaan dengan berharap atas syafaat dan ridho Allah SWT.
“Merupakan pengabdian terbaik dari jabatan terhadap negeri ini dengan baik dan lurus, insyaallah Allah akan turun Rahmat Allah kepada kita semua.” Tegas sultan.
Selain itu, ia minta agar jabatan adat ini, tidak digunakan pada hal-hal yang dapat merusak marwah kesultanan.
“Saya minta agar jabatan adat tidak dibawa-bawa ke dalam urusan politik.” Pinta Anggota DPD RI tersebut
Sementara Sangaji Poton atau Sangaji Patani yang baru dikukuhkan, Umar Hasan, saat diwawancarai mengatakan, akan menjalankan amanah ini sesuai agama dan keyakinan.
“Seperti Sangaji Weda, Sangaji patani dan Gebe, mudah-mudahan kami akan menjalankan tanggung jawab ini sesuai agama dan keyakinan kami.” Ujar Umar
Selain itu, juga berharap Sultan dapat mengukuhkan bobato dunia dan akhirat di Desa Wdi Gemya, Tapileo, Peniti dan Banemo, serta Kapita Lau Desa Kipai yang menurutnya saat ini belum dikukuhkan.
Dr. Hariyadi Ahmad, selaku tuan rumah, dimana acara pelantikan itu dihelat, mengaku senang dan bangga atas kehadiran sultan secara langsung.
“Ini sesuatu yang luar biasa.” Kata Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara itu saar diwawancarai awak media ini
“Seperti yang disampaikan oleh Sultan, kita mesti mempertahankan warisan leluhur kita.” Ujarnya mengakhiri. (tr-04)
Reporter : M Rahmat Syafruddin
Redaktur : Junaidi Drakel
