Membaca Realitas

Gempa Tektonik Guncang Laut Halmahera, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

TERNATE (kalesang) – Minggu (9/10/2022) sekira pukul 06.12.33 WIT gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang wilayah Laut Halmahera, Maluku Utara.

Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0 di mana episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,94° LS ; 128,98° BT.

“Aau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 153 Km arah Timurlaut Halmahera Selatan, Maluku Utara pada kedalaman 10 km.” Ucap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Andri Wijaya Bidang.

Andri mengatakan, adapun jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.” Katanya.

Akibatnya, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI), di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

“Daerah Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan, Kofiau, Raja Ampat, dengan skala intensitas II – III MMI.” Bebernya.

Lanjutnya, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 06.45 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 (tiga) aktivitas gempabumi susulan atau ftershock).” Ungkap Andri.

Kendati demikian, kepada masyarakat, Andri mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dikatakan juga, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa, dengan memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa tersebut.

“Pastikan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.” Tutupnya.(m-01)

 

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan