TERNATE (kalesang) – Perkumpulan pencinta gendre musik Hip-Hop yang tergabung dalam Republik North Maluku, menggelar MO Hip-hop Kie Raha Vol II.
Kegiatan yang dihela dit Skate Park, Ternate Sabtu 19 November 2022 ini, mengangkat tema “Halmahera bukan untuk dijual”.
Andi Heri, Kordinator Republik North Maluku mengatakan, jika pada 1970-an Hip-Hop lahir atas keresahan sosial, diskriminasi, dan pelecehan hak serta ekploitasi ras, maka hari ini perkembangan serta fenomena Hip-Hop kontemporer di Maluku Utara North Maluku juga adalah bagian diskursus narasi tandingan atas tindakan-tindakan eksploitasi alam yang dilakukan oleh para penguasa.
“Musik Hip-Hop juga dapat menjadi ruang ketiga pada tataran lingkungan sosial, dimana semua lapisan elemen masyarakat dapat bertemu dan berpadu jadi satu dalam keberagaman suku, agama, dan ras di Maluku Utara.” Ungkapnya.
Heri bilang, Kegiatan yang dilakukan setahun sekali ini, kami mempunyai harapan yang sangat besar. Melalui wadah Hip-Hop inilah, anak-anak muda atau siapapun yang merasa bagian dari putra dan putri Maluku Utara berekspresi dalam seni untuk melawan tindakan destruktif pemerintah atau siapapun.
“Tahun depan kami akan kembali lagi dengan wajah baru yang lebih kreatif. Karena MO Hip-Hop adalah bentuk perlawanan kami.” Katanya
“Bagi kami, musik hip-hop bukan cuma soal seni, tapi ini soal perjuangan untuk mempertahankan berbagai hal yang menjadi milik torang! “Torang pe tanah Halmahera deng isinya so mo abis, investor asing kongsi pemerintah datang kapling.”Ungkapnya.
“Melihat kondisi sekarang, yang tidak baik-baik saja, kami hadir dengan wajah baru menolak dengan seni. Dengan tema “Halmahera Bukan Untuk dijual”, yang maknanya meluas, terkait dengan eksploitasi lahan, pertambangan yang merampas ruang hidup orang-orang Halmahera.” Tambahnya.
Harapan kami, Pemerintah harus mendengar dan melihat suara-suara dari pinggir atau dari jalanan seperti apa yang anak-anak Republik North Maluku lakukan.
“Juga pada pihak aparat kepolisian, jangan tebang pilih soal aturan kerumunan dan keamanan, dimana acara-acara yang berbau politik, hajatan pemerintah, selalu saja aman dan tidak dipersulit. Tapi kami di hentikan dengan berbagai alibi.” Tutupnya. (tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan
