Membaca Realitas

Tikep Masih Kekurangan Tenaga Dokter Umum

TIDORE (Kalesang) – Tenaga dokter di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara masih sangat berkurang.

Saat ini, dokter yang ada di Tikep sebanyak 30 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 orang yang disebarkan di 10 puskemas.

“Jika gunakan standar WHO, satu dokter umum melayani 1000 penduduk, jumlah masyarakat di Tikep saat ini 115.000. Maka kita belum capai 50 persen.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Tikep, Abd Majid Do Taher, Senin (21/11/2022).

Jumlah 30 orang ini, Majid mengatakan, semuanya adalah dokter umum. Sementara untuk dokter spesialis, berjumlah 17 orang.

“Kalau bicara dokter spesialis, mereka hanya bisa berada di rumah sakit.” Bebernya.

Kalau mau dilihat dokter spesialis yang ada saat ini, dia menambahkan, harusnya RSUD Tikep sudah layak naik status dari tipe C ke tipe B.

Baca Juga: Kasus Baru HIV-AIDS di Ternate Capai Ratusan Orang

“Tikep sudah banyak memiliki tenaga dokter spesialis, tetapi  untuk dokter umum yang melayani masyarakat di puskesmas yang masih sangat kurang.” Ujarnya.

Jika misalnya ada perekrutan, kata Majid, universitas yang ada fakultas kedokteran bisa direkomendasikan alumnusnya di Tikep.

“Karena memang mencari dokter-dokter untuk bekerja di kota Tidore sangat susah. Tenaga dokter umum di Tikep sudah 90 persen adalah ASN, sementara ada 2 orang tenaga kontrak, yaitu di Puskesmas Lifofa dan Payahe.

Jadi, Majid mengaku sudah kirimkan pesan-pesan ke beberapa kampus untuk mengusulkan alumninya, tapi belum direspon.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan permohonan ke Kemenkes untuk perekrutan, bahkan sudah ke tahap verifikasi. Tetapi upaya itu terhenti pada saat dipertanyakan kepada daerah soal kemampuan fiskal untuk membiayai nakes tersebut.” Pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah Nakes yang diusulkan pada PPPK tahun anggaran 2022 yang disebarkan di Dinkes dan RSUD berjumlah 50 orang.(tr-04)

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Junaidi Drakel