Cerita Dua Pedagang Pentolan Asal Pulau Jawa Merantau di Kota Ternate
TERNATE (Kalesang) – Rianto, lelaki 53 tahun asal Pulau Jawa memilih menjadi pedagang pentolan di depan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Di sepanjang jalan itu, banyak sekali pedagang yang menjual jajan untuk anak sekolah, sementara dagangan yang dijual lelaki tiga anak itu, yakni pentolan ikan, pentolan tahu dan minuman dingin.
“Iya, saya sudah sangat lama menetap di Ternate. Sekitar 20 tahun.” Kata Rianto saat ditemui reporter kalesang.id, Senin (28/11/2022).
Rianto mengaku memilih ke Ternate lantaran di daerahnya sangat susah untuk mencari pekerjaan. Akhirnya dia membawa istri dan anaknya merantu ke Ternate.
“Sebenarnya saya ingin sekali tinggal di kampung halaman, hanya saja faktor ekonomi yang membuat saya harus meninggalkan kampung halaman dan keluarga.” Bebernya.
Meski setiap hari berjualan di Kelurahan Dufa Dufa itu, namun Rianto tidak mau membuka berapa jumlah pendapatan yang diperoleh dalam sehari.
“Kalau penghasilan itu adalah rahasia.” Ungkapnya.
Sementara itu, Yuda yang juga salah satu pedagang pentolan di depan SMK 2 Ternate mengatakan, penghasilan dalam menjual Batagor mencapai Rp1 juta per bulan.
Lelaki 20 tahun itu mengaku berjualan dari hari senin hingga Sabtu. Sementara di hari Minggu ia pergunakan dengan berlibur maupun beristirahat.
“Senin sampai Sabtu itu kan ramai dengan anak sekolah. Kalau Minggu agak sepi, jadi saya memilih untuk libur.” Pungkasnya sembari menambahkan dia datang ke Ternate karena mengikuti pamannya.(tr-08)
Reporter: Marwan Agil
Redaktur: Junaidi Drakel
