Ini Tarif Longboat Dua Desa di Kepulauan Sula
Pendapatan Tergantung Penumpang
SANANA (Kalesang) – Laut Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, paling sering terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa.
Demi bertahan hidup, orang-orang yang mengandalkan laut sebagai tempat mencari nafkah, terkadang nekat menerobos segala macam gelombang yang menerpa.
Kepulauan Sula sendiri, memiliki dua pulau besar, yakni Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli. Rata-rata, orang di Pulau Mangoli masih mengandalkan Kecamatan Sanana sebagai tempat belanja segala kebutuhan.
Tentu, untuk bisa sampai ke Sanana, masyarakat masih menggunakan longboat sebagai alat transportasi laut. Setiap desa di Pulau Mangoli, sebagian besar memiliki longbout.
Menariknya, sejumlah longboat yang ada di Kepulauan Sula tidak pernah membebankan tarif kepada anak-anak yang sekolah di Sanana maupun di luar Kepulauan Sula.
Baca Juga: Harga Rempah Ternate Kakao Rp25 Ribu Per Kilo
Tentu, masing-masing desa memiliki tarifnya tersendiri. Salah satunya Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah dengan tujuan Kecamatan Sanana, tarif bagi orang dewasa per orang Rp25 ribu. Sementara untuk anak sekolah bisa Rp15 hingga Rp20 ribu.
Sedangkan untuk Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, untuk bisa sampai ke Sanana, bagi orang dewasa per orang Rp50 ribu. Sedangkan untuk anak sekolah Rp20 ribu.
Iyan Sangadji, salah satu motoris dari Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah mengatakan, seluruh motoris yang mengangkut penumpang dari Desa Mangoli ke Sanana dan Sanana ke Mangoli telah menetapkan tarif sebesar Rp25 ribu bagi orang dewasa. Dan anak sekolah atau mahasiswa tarifnya tidak menentu, terkadang bayar Rp15-Rp20 ribu per orang.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca Hari Ini di Maluku Utara
“Bagi anak sekolah atau mahasiswa kalau mereka ada uang biasanya berikan Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Kami juga tidak paksa, terserah mereka.” Ujarnya, Kamis (5/1/2023).
Sampai saat ini, Iyan mengaku sudah 20 tahun bawa longboat. Di mana, motoris empat orang anak itu dalam sehari biasanya meraup hasil Rp200-300 ribu.
“Pendapatan kami disesuaikan dengan penumpang. Kalau banyak kita juga dapat hasil yang lumayan. Tapi kalau tidak, sehari kami hanya bisa dapat Rp200 ribu.” Ucapnya.
Baca Juga: Cari Tenaga Admin Umum, Indomaret Buka Lowongan Kerja
Sementara itu, Hamid Kailul, motoris longboat dari Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan menambahkan, mereka menetapkan tarif bagi orang dewa sekali berangkat senilai Rp50 per orang. Sedangkan, untuk anak sekolah atau mahasiswa dikenakan tarif sebesar Rp20 ribu per orang sekali berangkat.
“Kami berangkat dari Auponhia itu pagi, setelah itu berangkat dari Sanana ke Auponhia sekira 13:00 WIT. Itupun tergantung kita dapat membeli minyak.” Tandasnya.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
