Membaca Realitas

Sekolah Bantuan Australia di Kepulauan Sula Kekurangan Siswa

Kepsek: Saya akan Buktikan ke Orang Tua Wali Murid

SANANA (kalesang) – SMP Negeri 2 Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, merupakan sekolah yang paling jarang diminati.

Sekolah yang berdekatan dengan kantor KPU Kepulauan Sula itu, pernah tidak ada murid sama sekali. Padahal, fasilitasnya sudah cukup memadai.

Saat ini, hanya ada 30 murid yang memilih sekolah di situ. Kebanyakan murid memilih sekolah di Kecamatan Sanana.

Menariknya, dengan jumlah pelajar yang terbilang cukup sedikit, tetapi di tahun 2022 lalu, ada murid yang berhasil meraih juara 2 lomba cerita pendek tingkat kabupaten melalui Festival Bahasa Ibu beberapa waktu lalu.

Kepala SMP Negeri 2 Pohea, Launtu Laweru mengaku dirinya menjabat kepala sekolah sejak Februari 2022. Namun, dia sangat memperhatikan kondisi sekolah.

Baca Juga: Kronologi Singkat Lakalantas di Depan Muara Mall Ternate yang Tewaskan Satu Perempuan

“Saya terus bekerja keras untuk sosialisasi kepada masyarakat yang berada di Sanana Utara untuk menyekolahkan anaknya di sini.” Katanya, Sabtu (4/2/2023).

Pertama kali pindah di SMP 2, lanjutnya, hanya ada  9 murid yang sudah kelas IX. Setelah selesai ujian, siswa sudah tidak ada lagi.

“Alhamdulillah, sekarang banyak wali murid yang setuju dan mau memasukkan anak mereka ke sekolah kami.” Ucapnya.

Saat ini, lanjut Launtu, jumlah siswa yang berada di sekolah berjumlah 30 orang, di antaranya, kelas VII 21 orang, kelas VIII 2 orang dan kelas IX 7 orang.

“Meskipun jumlah siswa tak banyak seperti sekolah lain, namun siswa yang berada di sekolah bantuan pemerintah Negara Australia dan Indonesia ini tidak kalah bersaing dalam mengikuti lomba tingkat kabupaten.” Bebernya.

Baca Juga: Cek Nama-nama yang Lulus Seleksi Guru Honda 2023 di Kepulauan Sula 

Pekan lalu, kata Launtu, ada tiga orang siswi yang mewakili sekolah untuk mengikuti Festival Bahasa Ibu, yaitu Oktiyana Suparman siswi kelas VIII, Melodi Pora siswi kelas VII dan Siti Maulida siswi kelas VII.

“Dari festival tersebut, Melodi Pora masuk sebagai peringkat ke 2 dengan mata lomba cerpen bahasa tingkat kabupaten.” Ujarnya.

Bahkan, Launtu menambahkan, Melodi Pora adalah salah peserta yang siap diberangkatkan ke provinsi. Hanya saja, pihak sekolah mendapat pemberitahuan dari panitia secara mendadak terkait keberangkatan tersebut.

“Setelah mendapat pemberitahuan dari panitia, saya menghubungi pembina untuk sampaikan kepada siswinya agar diberangkatkan, tetapi karena terkendala jaringan, jadi akhirnya gagal.” Katanya.

Baca Juga: Ketua Osis SMKN-1 Ternate Minta Sekolah Sediakan Sekretariat

Pria yang menjadi guru sejak tahun 2005 itu menyampaikan, tidak pernah berhenti sampai di situ saja. Tetapi dirinya berjanji akan selalu sport siswa-siswa agar bisa berprestasi sesuai bakat dan minat mereka.

“Semuanya ini saya lakukan agar bisa membuktikan kepada seluruh para wali murid bahwa anak mereka yang sudah dipercayakan sekolah di sini bisa sama dengan murid di sekolah lain. Semoga ke depan siswanya bertambah.” Harapnya.

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel