Puncak Gerhana Matahari Hibrida di Wilayah Maluku Utara Hanya 80 Persen
Andri: Maluku Utara Masuk Kategori Gerhana Matahari Sebagian
TERNATE (kalesang) – Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Andri Wijaya Bidang mengatakan, Gerhana Matahari Hibrida yang terjadi di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) adalah kategori Gerhana Matahari Sebagian.
Hal ini, kata Andri, puncak gerhana matahari tersebut hanya terjadi kurang lebih 80 persen, yang mana puncaknya terjadi pada pukul 13.42 WIT.
“Dan sekarang dalam proses menuju tahap akhir, di mana selesai gerhananya pada 15.13 WIT.” Ucap Andri saat diwawancarai awak media di depan Kantor BMKG, Kamis (20/4/2023).
Berita Terkait: Besok Ada Gerhana Matahari Hibrida, Sebagian Besar Terjadi di Indonesia Bagian Timur
Andri menjelaskan, fenomena Gerhana Matahari Hibrida terjadi akibat posisi matahari, bulan dan bumi dalam bentuk sejajar, sehingga bayangan bulan dilihat menutupi sinar matahari.
Perbedaan Gerhana Matahari Hibrida dengan gerhana matahari lainnya, lanjutnya, untuk Hibrida terdapat dua proses terjadi gerhana, akan tetapi wilayah Maluku Utara hanya sebagian.
“Untuk Gerhana Matahari Cincin dan Total hanya diamati di sebagian wilayah Papua dan juga wilayah Maluku.” Jelasnya.
Ia menambahkan, adapun perbedaan waktunya gerhana matahari dikarenakan posisi matahari atau adanya waktu dari tiap-tiap zona wilayah.
“Jadi kita menyaksikan waktu dari gerhana itu akan berbeda.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
