Membaca Realitas

Kapal Farry Tabrak Dermaga Pelabuhan Bastiong Ternate Sebabkan Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

ASDP: Kami Pengelola yang Menjadi Korban

TERNATE (kalesang) – Kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tabrak pelabuhan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/5/2023), pukul 15:30 WIT.

Saat itu, kapal yang dikenal dengan nama KMP Mutiara Pertiwi 1 diketahui sedang buang jangkar di sekitar Pelabuhan Ferry Bastiong Ternate.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate, Justan Gaffaru mengatakan, informasi kecelakaan itu dia ketahui saat dirinya berada di Sofifi yang sedang melakukan survei lintasan.

Akibat kecelakaan itu, kata Justan, jembatan yang bergerak mengikuti pasang surut air laut (movable bridge) jatuh ke laut, tiang pancang movable bridge bagian kanan juga patah.

Kemudian, konstruksi yang digunakan untuk menahan benturan dan menambatkan kapal (dolphin protector) bagian kanan hancur, diikuti dengan tiang pancang yang patah.

“Catwalk dolphin protector mengalami kerusakan dan jatuh ke laut.” Kata Justan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/5/2023) sore.

Berita Terkait: KMP Mutiara Pertiwi 1 Tabrak Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong Ternate

Justan menjelaskan, KMP Mutiara Pertiwi 1 kala itu berlabuh, karena dijadwalkan akan berangkat ke Sofifi, maka menuju dermaga 2 untuk bersandar dengan tujuan muat barang.

Hanya saja, lanjutnya, kapal milik PT. Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu hilang kendali dan menabrak pelabuhan. Terkait dengan kesalahan siapa dalam kejadian itu, Justan mengaku pihaknya tidak punya wewenang.

“Yang jelas kami di sini pemilik sekaligus pengelola pelabuhan yang menjadi korban. Kerugiannya miliaran rupiah.” Ujarnya.

Baca Juga: Anak Kandung Anggota DPD RI Ini Resmi Mendaftar di KPU Maluku Utara

Jadi, kata dia, kapal yang beroperasi di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong Ternate sebanyak 13. Yang milik swasta sebanyak 5 kapal dan milik ASDP 8.

Justan menambahkan, pihaknya tentu akan meminta berita acara dan surat kesanggupan bertanggung jawab. Terkait dengan proses hukum, pihaknya serahkan seluruhnya kepada pihak berwenang.

“Dengan kejadian ini saya cukup perihatin, karena jembatan yang hanya 2 saja kapal antre, apalagi cuma 1.” Katanya.

Untuk diketahui, Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bastiong Ternate menjadi pelabuhan penyeberangan satu-satunya di Kota Ternate yang melayani rute antar daerah seperti Ternate-Sofifi, Ternate-Tidore, dan Ternate-Sidangoli.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel