TERNATE (kalesang)– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara melatih Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan.
Tim Satgas PPA itu merupakan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di kelurahan se Kota Ternate. Yang mana, Satgas PPA ini telah dikukuhkan pada Agustus 2022 lalu.
Pelatihan yang dilaksanakan di Jati Hotel Ternate itu, menghadirkan sejumlah pemantik dengan berbagai materi, diantaranya pencatatan dan pelaporan kasus, cara identifikasi kasus, serta pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
Berita terkait: DP3A: Satgas PPA jadi Ujung Tombak
Kepala DP3A Ternate Marjorie S. Amal, mengatakan, pada pelatihan perdana ini terlebih dahulu melibatkan 35 orang Satgas PPA Kelurahan di sejumlah Kecamatan di Kota Ternate, yakni Kecamatan Ternate Tengah, Kecamatan Ternate Pulau, Kecamatan Ternate Barat, Kecamatan Ternate Selatan, dan Kecamatan Ternate Utara.
“Pelatihan ini akan berlanjut dan akan melibatkan Satgas PPA di kelurahan pulau Hiri, Moti, dan Batang Dua. Programnya merata.” Jelasnya, Selasa (5/9/2023).
Keterlibatan TP PKK sebagai Satgas PPA ini baginya sudah relevan karena sesuai dengan 10 program PKK, yakni mereduksi tingkat kekerasan perempuan dan anak.
“TP PKK dianggap paling relevan dan mampu, karena tupoksi PKK salah satunya mencakup mereduksi tingkat kekerasan perempuan dan anak melalui 10 program PKK.” Tuturnya.
Ia juga menungkapkan, pelatihan ini pada esensinya isu perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak ini adalah isu yang harus ditangani secara bersama.
“Perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak bukan hanya tugas DP3A saja, tetapi menjadi isu yang harus ditangani bersama, baik pemerintah, masyarakat, maupun LSM.” Katanya.
Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Ternate, Marliza M Tauhid mengungkapkan, pelatihan ini bagian dari penguatan dan juga menjadi pengingat bagi TP PKK yang mempunyai posisi sebagai Satgas PPA.
Baca juga: Ternate Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya
“Penguatan kembali bagaimana mereka harus bergerak lagi untuk mengoptimalkan program tersebut, sehingga harapan pemerintah yakni mereka sebagai garda terdepan bisa terlaksana dengan baik.” Ungkapnya.
Ia juga berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, Satgas PPA dapat menjadi garda terdepan, bahkan pada tingkat pelopor dan pelapor saat perempuan dan anak berada pada kondisi yang tidak diinginkan.
“Harus maksimal, kita sebagai perpanjangan tangan DP3A harus berfungai sebagai orang yang menimalisir kejadian-kejadian tersebut.” Tutupnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
