Membaca Realitas

Menjadi Masyarakat Sadar Bencana Gempa Bumi Versi Anak Kost

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kebencanaan yang tinggi. Bentuknya pun beragam, mulai bencana air, tanah, wabah penyakit, human error dan lain sebagainya. Namun salah satu yang paling sering terjadi akhir-akhir ini adalah bencana gempa bumi.

Ancaman gempa bumi di wilayah Indonesia ini termasuk yang paling tinggi. Bagaimana tidak, wilayah Indonesia terletak di pertemuan lempeng dan tersebarnya sesar sesar yang aktif, baik yang sudah dipetakan maupun yang belum. Karena gempa tidak bisa diprediksi kapan dan dimana nanti terjadinya, alangkah baiknya budaya sadar bencana gempa bumi harus menyentuh ke semua elemen masyarakat.

Pemerintah sudah berupaya memberikan edukasi baik melalui media ataupun secara langsung agar masyarakat bisa tumbuh kesadaran bencana gempa bumi. Namun Jika dibagi beberapa segmen masyarakat, ada satu segmen yang menarik untuk menjadi sasaran edukasi sadar bencana gempa bumi, yaitu anak kost.

Anak kost sendiri adalah salah satu segmen masyarakat yang tinggal di sebuah asrama, rumah dinas atau kos-kosan dengan waktu yang terbatas, selama menempuh pendidikan atau batas waktu bekerja di kota tertentu. Jika kita berbicara tentang anak kost, seringkali identik dengan mahasiswa atau pekerja muda yang tidak memiliki tempat tinggal permanen di kota tersebut. Jika tinggal di kost murah, tidak sedikit yang biasanya berada di gang sempit. Tak jarang juga anak kost jika sedang sibuk, maka akan sedikit lalai dalam membersihkan dan menata barang di kamarnya.

Ada beberapa tips agar dapat mewujudkan masyarakat sadar bencana gempa bumi versi anak kost. Pertama anak kost wajib mengenali lingkungan tempa tinggalnya. Tentu mereka sering lalu lalang di dalam kamar, dalam komplek kost nya sendiri, dan juga perjalanan menuju kost. Ini digunakan untuk identifikasi resiko dan perencanaan evakuasi. Apalagi yang bertempat tinggal di jalan sempit dan banyak barang. Mengenal dan mempunyai nomor tetangga sekitar juga penting sebagai kontak darurat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kedua, penataan ruangan tempat tinggal dalam upaya penurunan kerentanan. Upaya ini bisa dilakukan dalam bentuk penataan barang berat dan pecah belah yang dapat berpotensi melukai ketika jatuh, memperkuat letak lemari atau benda yang digantung serta penataan barang barang darurat, penting dan berharga agar dapat mudah diraih ketika evakuasi.

Ketiga, menjaga kebersihan dan kerapian tempat tinggal. Tentu kita tidak mau barang barang dan sampah menjadi gangguan kita untuk melakukan evakuasi mandiri jika terjadi gempa besar merusak sewaktu waktu. Mencari barang barang penting saat diperlukan akan lebih mudah jika kamar bersih dan rapi.

Penyesuaian edukasi kesadaran bencana gempa bumi dengan kehidupan anak kost sangat penting untuk dilakukan, karena bisa membantu mereka dalam meningkatkan kesadaran bencana di lingkungan anak kost dengan pendidikan kebencanaan sesuai dengan “porsinya” dan tepat sasaran.