TERNATE, Kalesang – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), harga sejumlah komoditas buah-buahan di Pasar Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mengalami kenaikan. Lonjakan harga ini turut disertai dengan kelangkaan stok pada beberapa jenis buah yang banyak diburu warga untuk kebutuhan perayaan Natal.
Salah satu pedagang buah di Pasar Gamalama, Nurbaya Haris, mengungkapkan bahwa kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Selain tingginya permintaan, keterbatasan pasokan menjadi faktor utama pemicu lonjakan harga.
“Menjelang Nataru harga memang lagi naik dan barang juga lagi kosong. Seperti jeruk orange yang biasa dipakai saat Natal, sekarang harganya Rp80 ribu per kilogram dan barangnya susah didapat,” ujar Nurbaya, Minggu (21/12/2025).
Pedagang buah asal Makassar yang telah lama berjualan di Ternate ini menjelaskan, sebagian besar pasokan buah-buahan didatangkan dari luar daerah, seperti Manado dan Surabaya. Keterlambatan pengiriman, ditambah meningkatnya permintaan masyarakat, membuat stok di pasaran cepat menipis.
Meski harga mengalami kenaikan, Nurbaya menyebut minat beli masyarakat masih cukup tinggi. Saat ini, buah yang paling diminati warga adalah salak yang dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga buah lainnya terbilang bervariasi. Apel dijual dengan kisaran harga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung jenisnya. Untuk buah anggur, harga mencapai Rp70 ribu per setengah kilogram. Adapun semangka dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per buah, atau sekitar Rp17 ribu per kilogram.
“Kisaran harga tergantung berat dan jenis buahnya,” pungkas Nurbaya.
Para pedagang memperkirakan harga buah-buahan tersebut masih akan bertahan, bahkan berpotensi kembali naik hingga puncak pergantian tahun mendatang.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar

