Membaca Realitas

Perumda Ake Gaale Bidik Pendapatan Rp70 Miliar, Penambahan Pelanggan Masih Terbatas

TERNATE, Kalesang – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale Kota Ternate menargetkan total pendapatan sepanjang tahun 2025 dapat menembus angka lebih dari Rp70 miliar. Target tersebut dihitung berdasarkan jumlah pelanggan yang saat ini mencapai sekitar 35.000 sambungan rumah.

Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Ake Gaale, Fadli Mahda, mengatakan potensi pendapatan kotor setiap bulan berkisar antara Rp6 miliar hingga Rp6,5 miliar. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi tagihan pemakaian air pelanggan, bukan seluruhnya penerimaan kas yang dibayar lunas pada bulan berjalan.

“Penerimaan kas itu dinamis. Kalau pendapatan dari pemakaian air satu bulan sekitar Rp6 miliar, tidak semua pelanggan langsung membayar lunas di bulan yang sama. Ada yang menunggak, tetapi biasanya tertutupi oleh pelanggan lain yang membayar tunggakan bulan-bulan sebelumnya. Jadi realisasinya tetap berputar di kisaran Rp6 miliar lebih sedikit atau kurang sedikit,” ujar Fadli, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, realisasi pendapatan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pada Januari tercatat pendapatan mencapai Rp6,6 miliar, sementara pada Februari berada di angka Rp6,2 miliar.

Menurutnya, fluktuasi pendapatan sangat bergantung pada kelancaran distribusi air kepada pelanggan. Jika distribusi berjalan normal tanpa gangguan teknis, maka pemakaian air masyarakat akan stabil dan berdampak pada nilai tagihan yang diterima perusahaan.

“Kalau tidak ada gangguan teknis atau pemadaman listrik selama 30 hari penuh dan distribusi air berjalan 24 jam, maka pendapatan bisa stabil. Namun jika ada gangguan, otomatis pemakaian air berkurang dan itu langsung berdampak pada nilai tagihan pelanggan,” jelasnya.

Meski proyeksi pendapatan mencapai Rp70 miliar per tahun, Perumda Ake Gaale mengaku belum dapat menargetkan penambahan pelanggan secara agresif. Keterbatasan debit air serta jangkauan jaringan pipa, terutama di wilayah ketinggian, masih menjadi kendala utama dalam perluasan layanan.

Untuk tahun 2025, Perumda hanya menargetkan penambahan sekitar 1.000 pelanggan baru. Target tersebut dinilai paling realistis dengan kondisi infrastruktur yang ada saat ini.

“Kami tidak bisa memasang target terlalu tinggi jika dukungan jaringan belum tersedia. Banyak calon pelanggan di daerah ketinggian yang mendaftar, tetapi terpaksa kami tunda karena debit air belum mencukupi atau jaringan pipa belum menjangkau wilayah tersebut. Kami memilih target yang realistis dan bisa tercapai,” tegas Fadli.

Selain pendapatan dari penjualan air, dalam total penerimaan tersebut juga terdapat titipan retribusi sampah dari Pemerintah Kota Ternate sebesar Rp10.000 per pelanggan. Nilai retribusi ini berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per bulan dan kemudian dipisahkan dari pendapatan murni perusahaan.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar