Lonjakan Signifikan! Aktivitas Logistik dan Penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani Lampaui Prediksi
TERNATE, Kalesang – Aktivitas bongkar muat logistik dan pergerakan penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani, Maluku Utara, mengalami lonjakan signifikan menjelang periode libur Lebaran 2026. Peningkatan ini bahkan melampaui prediksi sebelumnya.
Kepala PT Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengungkapkan bahwa rute Surabaya–Ternate masih menjadi jalur utama distribusi logistik, khususnya untuk kebutuhan bahan pokok.
“Surabaya ke Ternate itu rata-rata penuh. Mayoritas muatannya sembako. Sementara sayur-sayuran biasanya dipasok dari Manado dan Sofifi,” ujar Anwar, Rabu (25/3/2026).
Meski arus masuk logistik tinggi, Anwar menyebut arus keluar atau “muatan balik” masih menjadi tantangan. Tingkat keterisian peti kemas dari Ternate menuju Surabaya hanya berkisar 10–20 persen.
“Sebagian besar peti kemas kembali kosong. Muatan keluar biasanya hanya besi tua, karton, ikan, serta rempah seperti pala dan cengkih,” jelasnya.
Terkait sempat terjadinya kelangkaan LPG 3 kilogram di pasaran, Pelindo bersama Pertamina mengambil langkah cepat untuk memperlancar distribusi. Koordinasi dilakukan dengan operator kapal agar pengangkutan LPG diprioritaskan.
“Begitu kapal sandar, langsung dilakukan stripping meski hari libur. Hal yang sama juga dilakukan untuk distribusi telur,” tegas Anwar.
Selain sektor logistik, lonjakan juga terjadi pada arus penumpang. Data Pelindo mencatat, pada periode H-15 Lebaran 2026, jumlah kunjungan kapal mencapai 120 unit, meningkat 29,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 79 kapal.
Jumlah penumpang juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 44.302 orang, atau tumbuh 23,81 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 35.789 orang.
“Peningkatan ini di luar prediksi. Saat ini ada kapal Cantika yang melayani rute harian ke Sofifi, serta Aksar Saputra dengan frekuensi tiga kali seminggu, sehingga volume kapal meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data Regional IV, Pelabuhan Ahmad Yani kini menempati posisi lima besar nasional untuk volume penumpang di kawasan timur Indonesia, setelah Surabaya, Balikpapan, Makassar, Ambon, dan Parepare.
Meski kondisi cuaca di perairan Ternate kerap berubah, Anwar memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan lancar dengan pemantauan rutin dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Sejauh ini operasional berjalan lancar. Jika cuaca tidak memungkinkan, kapal akan berlindung terlebih dahulu demi keselamatan,” tutupnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
