Tumpukan Sampah Hambat Drainase, DLH Ternate Turun Tangan Bersama Warga
Ternate, Kalesang – Upaya penanganan sampah di kawasan perkotaan terus digencarkan Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Salah satunya dengan melibatkan masyarakat dalam kerja bakti membersihkan lingkungan di RT 006/RW 003, Kelurahan Gamalama, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut menyasar selokan di sekitar kawasan pertokoan yang selama ini dipenuhi sampah, terutama jenis plastik yang menghambat aliran air. DLH Kota Ternate bahkan menurunkan dua unit truk untuk mengangkut sampah hasil pembersihan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad, mengatakan aksi bersih-bersih ini merupakan respons atas keluhan warga terkait penumpukan sampah yang mengganggu drainase.
Menurutnya, kerja bakti akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan.
“Setiap Jumat kami lakukan kerja bakti dan ini akan terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jenis sampah yang diangkut cukup beragam, mulai dari botol plastik hingga potongan kayu. Meski demikian, volume total sampah belum dapat dipastikan.
Musli juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak dari sumber. Ia menyebut, tidak semua sampah harus berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sebagian dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis.
Selain itu, DLH akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Edukasi tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke selokan yang bisa menyebabkan banjir,” katanya.
Sementara itu, Lurah Gamalama, Mochtar Umasangadji, mengungkapkan sebagian sampah yang menumpuk diduga merupakan kiriman dari wilayah lain, sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap.
Ia memastikan, kondisi aliran air kini mulai membaik setelah dilakukan pembersihan.
“Sebelumnya sampah sangat banyak, sekarang sudah mulai terurai dan air mengalir normal. Ke depan, pembersihan akan rutin dilakukan setiap Jumat atau dua hingga tiga kali dalam sebulan,” tandasnya.
