Membaca Realitas

DLH Ternate Perkuat Penerapan Teknologi Hijau untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Ternate, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat penerapan teknologi hijau sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program yang mencakup pengelolaan lingkungan, pemanfaatan energi ramah lingkungan, hingga pengurangan limbah. Selasa (2/6/2026)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, mengatakan teknologi hijau kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, penerapan konsep tersebut tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga terintegrasi dengan kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan.

“Setiap kegiatan pembangunan saat ini harus memperhatikan aspek lingkungan. Karena itu, setiap permohonan pemanfaatan ruang maupun pembangunan gedung diwajibkan melengkapi dokumen lingkungan seperti AMDAL, SPPL, hingga rekomendasi sumur resapan,” ujar Musli.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk pengawasan dan perlindungan lingkungan yang dilakukan DLH agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.

Selain pada sektor infrastruktur, DLH juga mendorong penerapan teknologi hijau melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengoperasian sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang berfungsi mendukung pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Menurut Musli, pengelolaan sampah yang baik menjadi langkah strategis untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai guna.

“Melalui TPS3R, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah. Ini merupakan bagian dari penerapan teknologi hijau yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mendukung konsep ekonomi sirkular,” katanya.

DLH juga terus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan serta pemanfaatan material pembangunan yang berkelanjutan guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Meski demikian, Musli menegaskan keberhasilan penerapan teknologi hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Pemerintah dapat menyiapkan regulasi dan program, tetapi implementasinya membutuhkan dukungan masyarakat. Karena yang memanfaatkan ruang dan lingkungan adalah masyarakat sendiri, maka keterlibatan mereka sangat menentukan keberhasilan penerapan teknologi hijau di Kota Ternate,” pungkasnya.