Membaca Realitas

53 Pelatih Taekwondo Malut Ikuti Diklat, Bidik Prestasi Nasional

TERNATE, Kalesang – Taekwondo Indonesia (TI) Maluku Utara mulai membenahi sistem pembinaan atlet dengan memperkuat kapasitas para pelatih. Sebanyak 53 pelatih dari kabupaten dan kota se-Maluku Utara mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelatih di Hotel Jati Ternate, 14–16 Agustus 2026.

Ketua Umum TI Maluku Utara, Asadul Usud Boyratan, mengatakan kualitas pelatih menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan prestasi atlet. Karena itu, pembinaan tidak hanya diarahkan kepada atlet, tetapi juga menyasar peningkatan kemampuan pelatih di daerah.

“Pelatih yang semakin berkualitas akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan prestasi atlet,” kata Asadul.

Menurut dia, Diklat Pelatih juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional. Dalam jangka pendek, TI Maluku Utara akan memusatkan program latihan untuk menghadapi Pra-PON, PON, dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Yang menjadi masalah buat kami adalah bagaimana meningkatkan prestasi untuk jangka pendek, yaitu Pra-PON dan PON nanti dan Popnas,” ujarnya.

Ia menilai, target tersebut membutuhkan pembinaan yang terukur sejak dari daerah. Dengan demikian, pelatih di masing-masing kabupaten dan kota diharapkan memiliki standar serta kemampuan pembinaan yang semakin baik.

Di sela penguatan kapasitas pelatih, TI Maluku Utara juga menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov). Forum ini membahas arah kebijakan sekaligus program kerja organisasi untuk periode 2026–2030.

Rakerprov dihadiri pengurus TI Maluku Utara serta ketua dan perwakilan TI kabupaten dan kota. Forum tersebut menjadi catatan penting bagi organisasi karena merupakan Rakerprov pertama setelah sekitar 15 tahun.

Sejumlah program kerja dari berbagai bidang dan komisi dibahas dalam forum tersebut. Di antaranya bidang organisasi, pembinaan prestasi, Pelatda, pertandingan, teknologi informasi dan operator, UKT, pendidikan dan pelatihan, perwasitan, litbang, kesehatan olahraga, serta IPTEK olahraga.

Pembahasan juga mencakup bidang hukum, Komisi Etik dan Disiplin, Humas Dalam Negeri dan Luar Negeri, serta Usaha Dana, Perencanaan dan Anggaran.

Asadul mengatakan pembahasan program kerja dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat. Perbedaan pandangan yang muncul selama rapat juga telah disepakati bersama.

“Hasil Rakerprov ini menjadi pedoman kami dalam menjalankan program kerja satu tahun ke depan. Nanti akan ada evaluasi untuk melihat sejauh mana program berjalan,” katanya.

Asadul menegaskan TI Maluku Utara tidak ingin menghabiskan energi pada perbedaan pandangan yang berkembang, termasuk melalui media sosial. Menurutnya, organisasi harus lebih fokus pada target peningkatan prestasi atlet.

“Yang menjadi masalah buat kami adalah bagaimana meningkatkan prestasi,” tegasnya.

Ia berharap penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas pelatih dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan atlet-atlet taekwondo Maluku Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional.

TI Maluku Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara yang telah mendukung program pembinaan pelatih.

Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut sehingga pembinaan taekwondo di Maluku Utara semakin terarah dan mampu menghasilkan atlet berprestasi.