BATAM, Kalesang — Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 resmi membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti berbagai seminar internasional, diskusi publik, dan lokakarya.
Festival tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang tahun ini digelar di Batam dan Tanjungpinang tersebut mengangkat beragam isu, mulai dari kebebasan pers, hak asasi manusia (HAM), lingkungan, perubahan iklim, transisi energi, teknologi, hingga persoalan masyarakat adat.
Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka, Adam Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut terbuka bagi semua kalangan dan tidak terbatas pada jurnalis maupun pekerja media.
“Fesmed Selat Malaka bukan hanya acaranya AJI dan teman-teman media saja tapi ruang bersama untuk kita semua. Ada banyak isu yang perlu dibahas dan menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya yang berada di Batam dan Tanjungpinang untuk datang, belajar, berdiskusi, dan ikut menyampaikan gagasannya,” ujar Adam, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kehadiran Fesmed di Batam dan Tanjungpinang diharapkan dapat memperluas ruang perjumpaan antara media dan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi di kawasan Selat Malaka.
“Kami ingin Fesmed menjadi ruang diskusi terbuka yang aman dan nyaman. Semua boleh datang, bukan hanya untuk jurnalis,” katanya.
Seminar internasional, diskusi publik, dan lokakarya akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam selama dua hari, yakni 19–20 September 2026.
Kelas-kelas tersebut dirancang sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman sekaligus mempertemukan berbagai perspektif dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agenda 19 September
Pada Sabtu, 19 September 2026, sejumlah kegiatan yang digelar di Politeknik Negeri Batam antara lain:
- Seminar Internasional Festival Selat Malaka: “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara: Memperkuat Solidaritas Jurnalis Lintas Negara dan Melindungi Kebebasan Ruang Sipil”.
Pendaftaran: https://s.id/SeminarFesmedSelatMalaka - Diskusi Publik: Masyarakat Adat, Transisi Energi dan Perubahan Iklim.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiMasyarakatAdat - Diskusi Publik: Babak Baru PLTS 100 GW: Menakar Kesiapan Industri Hijau Indonesia dari Batam.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiIndustriHijauPLTS - Lokakarya: Digital Safety and AI Literacy for Gen-Z (Sesi 1).
Pendaftaran: https://s.id/TrainingBatam - Lokakarya: Mengawal Isu Kelautan Melalui Karya Jurnalistik Berkualitas.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaIsuKelautan - Lokakarya: Pengembangan Audiens Media di Media Sosial.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPengembanganAudiens - Sekolah Buruh AJI: Mengorganisir Pekerja Media untuk Membangun Serikat Pekerja yang Lebih Kuat.
Pendaftaran: https://s.id/sekolahburuhbatam2026 - Lokakarya: Keamanan, Geopolitik, dan Media di Lintas Batas.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaKeamananMediaLintasBatas - Diskusi Publik: Membaca Perkembangan Teknologi AI dan Data Center.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiAIdanDataCenter - Lokakarya Fotografi bersama PFI Kepri: “Kejujuran Visual di Era Serba Digital: Tantangan Foto Jurnalistik Sebagai Literasi Publik”.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaFotografiPFIKepri
Agenda 202 September
Sementara pada Minggu, 20 September 2026, agenda Fesmed Selat Malaka meliputi:
- Lokakarya: Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Sampai Semua Bebas.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaLawanTPPO - Diskusi Publik dan Pemutaran Film Dokumenter: “Di Balik Ilusi Tembakau”.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiFilmDiBalikIlusiTembakau - Lokakarya: Menjadi Penulis Ilmiah Populer untuk Demokrasi.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaPenulisIlmiahPopuler - Lokakarya: Mata dari Angkasa: Panduan Praktis Jurnalisme Investigasi Berbasis Citra Satelit.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMataDariAngkasa - Diskusi Publik: Ancaman Rentan Kerusakan Lingkungan di Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiKerusakanPesisirdanPulauKecil - Lokakarya: Proyek Data Center dan Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Energi dan Air di Batam.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProyekDataCenter - Diskusi Publik: Just Energy Transition dan Mengapa Transisi Energi Harus Berkeadilan.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaJustEnergyTransition - Lokakarya: Merancang Proposal untuk Pendanaan Liputan.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaProposalLiputan - Lokakarya untuk Pers Mahasiswa: Menulis Kritis dan Independen untuk Demokrasi.
Pendaftaran: https://s.id/LokakaryaMembangunPersMahasiswa - Gelar Wicara: Membaca Buku Reset Indonesia dan Kondisi Kita Hari Ini.
Pendaftaran: https://s.id/DiskusiBukuResetIndonesia
Setelah rangkaian diskusi dan lokakarya di Batam, Fesmed Selat Malaka 2026 akan dilanjutkan di Tanjungpinang. Kegiatan puncak festival digelar di Pulau Penyengat dengan agenda napak tilas sejarah.
Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 40 AJI Kota dari Sabang hingga Merauke bersama jaringan AJI.
Para peserta akan diajak mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Pulau Penyengat yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu.
Selain berkunjung, peserta juga didorong menuliskan cerita perjalanan mereka selama mengikuti napak tilas. Karya tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat luas.
Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan pemilihan Pulau Penyengat bukan semata-mata karena kawasan tersebut merupakan destinasi wisata sejarah.
Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Melayu karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayah kekuasaannya membentang hingga Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura.
“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia,” kata Sutana.
Fesmed Digelar di Dua Kota
Fesmed merupakan kegiatan tahunan AJI Indonesia. Tahun ini, AJI Batam dan AJI Tanjungpinang menjadi tuan rumah dengan mengusung nama Fesmed Selat Malaka.
Pelaksanaan tahun ini menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya Fesmed digelar di dua kota dan dua pulau berbeda.
Fesmed bertujuan meningkatkan literasi media kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang konsolidasi jaringan masyarakat sipil.
Selain jurnalis lokal, kegiatan tersebut juga akan dihadiri perwakilan dari 40 AJI Kota di Indonesia.
Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat sipil yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan demokrasi. Sedikitnya 10 media lokal dan nasional turut menjadi media partner dalam kegiatan tersebut.
Masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian Fesmed Selat Malaka 2026 dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi Fesmed Selat Malaka atau mengikuti informasi terbaru melalui akun Instagram @fesmedselatmalaka.
Pendaftaran dilakukan sesuai dengan kelas atau kegiatan yang diminati dan peserta diimbau mendaftar lebih awal karena setiap kegiatan memiliki kuota terbatas.
