TERNATE, Kalesang – Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, memperluas jejaring akademik dan kemitraan melalui kegiatan Praktek Lapang Terpadu serta Kunjungan Akademik ke sejumlah pusat riset dan industri di Sulawesi Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober 2026, tersebut diikuti 50 mahasiswa dengan didampingi lima dosen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi THP Unkhair menghubungkan materi perkuliahan dengan perkembangan teknologi dan praktik industri pertanian secara langsung.
Selama berada di Sulawesi Utara, mahasiswa mengunjungi sejumlah lembaga pemerintah, pusat riset, institusi pengujian, hingga perguruan tinggi. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami proses pengolahan hasil pertanian, standardisasi mutu, keamanan pangan, hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRPM) Tanaman Palma Manado. Di tempat ini, mahasiswa mempelajari teknologi pascapanen berbasis mekanisasi serta pengolahan komoditas palma, khususnya kelapa.
Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai pengembangan produk turunan kelapa, seperti minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO), desiccated coconut, serta pemanfaatan produk samping untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai layanan industri, mulai dari pengujian laboratorium, sertifikasi produk, hingga penerapan standar mutu.
Pengetahuan tersebut dinilai penting bagi mahasiswa THP karena pemenuhan standar, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk hasil pertanian.
Selain aspek produksi dan mutu, mahasiswa juga mengunjungi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mempelajari sistem pengawasan obat dan makanan, keamanan pangan, serta proses perizinan dan pengawasan produk olahan sebelum beredar di masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengetahuan antara mahasiswa dan akademisi, khususnya terkait perkembangan teknologi pangan, peluang kolaborasi penelitian, serta pengembangan kerja sama antarperguruan tinggi.
Ketua Program Studi THP Unkhair, Dr. Erna Rusliana M. Saleh, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bagian dari praktikum mahasiswa, tetapi juga untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kondisi dan kebutuhan industri pangan.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pemahaman mengenai proses industri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, pengendalian mutu, keamanan pangan hingga pemasaran produk.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah. Mereka perlu melihat secara langsung bagaimana proses dan standar yang diterapkan di dunia industri,” ujar Erna.
Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Prodi THP Unkhair untuk membangun dan memperluas jejaring dengan lembaga pemerintah, dunia industri, pusat riset, serta perguruan tinggi di luar Maluku Utara.
Jejaring tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk program magang mahasiswa, penelitian dan pengembangan, pertukaran pengetahuan, serta implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Kerja sama dengan berbagai mitra juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan lulusan THP Unkhair menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan kontribusi program studi dalam pengembangan sektor pengolahan hasil pertanian di Maluku Utara,” pungkasnya.
